ANAKKU SPESIAL

Kejang Absans pada Anak

Jenis kejang yang satu ini memang biasanya tidak disadari sebagai kejang, padahal kejang absans merupakan bagian dari epilepsi. Mari kenali lebih jauh apa yang disebut dengan kejang absans pada anak.

Desi Hariana | 17 Maret 2023

Kejang absans, petit mal seizures, atau CAE (childhood absence epilepsy) cukup sering ditemukan pada anak dan umumnya tidak menimbulkan masalah dalam jangka panjang. Kejang tipe ini biasanya diawali dengan hiperventilasi (bernapas terlalu cepat dan terlalu dalam). Kejang absan tidak diketahui penyebabnya, kemungkinan besar karena adanya mutasi pada genetik anak.

Apa itu kejang absans

Kejang merupakan akibat dari adanya aktivitas otak yang abnormal. Berbagai pesan yang ada di otak bercampur baur membuat kebingungan, sehingga mengakibatkan kejang. Tak semua yang mengalami kejang dinyatakan menderita epilepsi. Biasanya diagnosis epilepsi baru ditegakkan apabila anak mengalami dua kali kejang atau lebih.

Kejang absans umumnya terjadi pada anak usia 4-14 tahun. Kejang absans merupakan salah satu tipe epilepsi, dimana anak dapat mengalami puluhan kali kejang absan (bahkan ada yang sampai seratus kali) dalam sehari, tanpa ia sadari. Kebanyakan anak dengan kejang absans mengalami perkembangan yang normal.

Jenis-jenis kejang absans

Kejang absans lebih sering dialami anak perempuan dibandingkan laki-laki, namun angka kejadiannya tidak terlalu jauh berbeda. Biasanya dibagi sebagai kejang absan tipikal dan atipikal.

1. Kejang absans tipikal melibatkan ketidaksadaran yang berlangsung kurang dari 15 detik. Anak tiba-tiba terdiam dan terlihat bengong (pandangan kosong) serta tidak merespons saat ditanya. Kejang dapat terjadi tanpa ada peringatan fisik yang mendahuluinya.

2. Kejang absans atipikal terjadi lebih lama dari 15-20 detik, dan lebih banyak melibatkan automatism (gerakan mengentak atau otot berkedut).

Kejang absans cenderung terjadi ketika anak merasa bosan, duduk diam, lelah, atau sakit. Kejang absans jarang terjadi jika anak sedang sibuk, fokus pada apa yang dilakukan, dan ia menikmati kegiatannya.

Ciri-ciri kejang absans

Ciri-ciri dari kejang absan adalah pandangan kosong yang berlangsung beberapa detik. Saat mengalaminya, anak tidak bicara, tidak mendengar, atau kelihatan tak menyadari apa yang terjadi di sekelilingnya. Kejang absan dapat terjadi bahkan saat anak sedang makan, berjalan, atau beraktivitas di depan komputer. Setelah sadar dari kejang, anak kembali beraktivitas seakan tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

Gejala kejang absans:

  • Anak benar-benar terdiam.
  • Membuat suara dengan bibir atau memperlihatkan gerakan mengunyah (automatism).
  • Kelopak mata berkedut.
  • Berhenti melakukan aktivitas (tiba-tiba tidak bicara atau bergerak).
  • Bersikap biasa saja setelah fase kejang berakhir, mungkin hanya terlihat sedikit kebingungan.

Anak mungkin sudah mengalami beberapa kali kejang absans tanpa disadari. Kejang absans dapat terjadi bersamaan dengan tipe kejang lain yang menyebabkan otot menyentak, berkedut, atau gemetar. Dokter anak konsultan saraf umumnya akan melakukan pemeriksaan seperti EEG untuk melihat aktivitas listrik di otak. Pengobatan akan diberikan sesuai dengan kondisi kejang yang dialami anak.

Bisakah sembuh?

Kejang absans dapat berlanjut hingga usia dewasa, namun pada dasarnya kejang absans memang dapat terjadi di usia berapapun. Kejang tipe ini bisa diatasi dengan pemberian obat anti kejang. Tujuh dari 10 anak dengan kejang absans dapat mengontrol gejala kejang dengan pengobatan epilepsi. Hanya 1 dari 10 anak yang mengalami kejang tipe lain saat dewasa.

Sayangnya, kejang absans dapat mengganggu performa belajar anak di sekolah, karena itu, Anda perlu memastikan anak mendapatkan penanganan yang tepat. Sebagian besar anak dengan kejang absans dapat bebas kejang selepas masa pubertas jika diobati. Namun ini pun tergantung pada kondisi tiap anak, karena mungkin saja selain kejang absans, anak juga mengalami kejang tipe lainnya.

Tip menghindari terjadinya kejang absans

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya kejang absans, yaitu:

  • Anak cukup tidur di malam hari.
  • Anak perlu berlajar untuk mengelola stres (karena stres pun dapat memicu kejang absans).
  • Makan makanan sehat.
  • Berolahraga secara teratur.

Perhatikanlah jika anak terlihat sering bengong dan tidak bergerak atau tidak merespons Anda saat dipanggil. Sebaiknya segera bawa anak untuk berkonsultasi ke dokter saraf anak.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan