KESEHATAN ANAK

Apa yang Perlu Diketahui Tentang Hipotonia?

Hipotonia adalah kondisi pada bayi baru lahir atau anak-anak, dimana ditemukan adanya kelemahan otot. Apa yang perlu diketahui tentang hipotonia pada anak?

Desi Hariana | 28 Februari 2023

Hipotonia, atau sering juga disebut sebagai floppy muscle syndrome mudah dideteksi oleh dokter anak, namun untuk memastikan penyebabnya, anak perlu menjalani beberapa pemeriksaan. Orangtua juga dapat mewaspadai jika anak memperlihatkan kelemahan otot yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang hipotonia.

Tanda-tanda hipotonia

Bayi dan anak yang mengalami hipotonia, biasanya memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut:

  • Kemampuan menahan kepala yang lemah atau tidak bisa mengangkat kepala.
  • Kesulitan duduk tegak.
  • Kesulitan untuk bertumpu pada kedua kaki.
  • Kesulitan mengisap atau menelan
  • Tangisan lemah
  • Keterlambatan dalam perkembangan keterampilan motorik, seperti merangkak, dan berjalan.
  • Keterlambatan dalam perkembangan motorik halus, misalnya dalam menggenggam alat tulis alat makan.
  • Keterlambatan dalam perkembangan lainnya seperti berbicara.

Sebenarnya, hipotonia juga dapat terjadi pada berbagai usia. Tanda-tanda umum yang biasanya diperlihatkan, seperti:

  • berkurangnya kekuatan otot
  • refleks yang buruk
  • hiperfleksibilitas tubuh
  • kesulitan berbicara
  • tak bisa atau jarang beraktivitas dalam waktu lama
  • postur tubuh yang kurang baik.

Penyebab hipotonia

Penyakit atau gangguan yang menjadi penyebab hipotonia cukup banyak. Berikut beberapa diantaranya:

  • Masalah dalam pembentukan sistem saraf pusat ketika dalam kandungan
  • ASD (autism spectrum disorder)
  • Down Syndrome
  • Prader-Willi Syndrome
  • Penyakit Tay-Sachs
  • Penyakit metabolik
  • atrofi otot spinal (tulang belakang)
  • Hipotiroid
  • cidera pada tulang belakang
  • distrofi otot bawaan lahir

Pemeriksaan hipotonia pada anak

Saat melakukan pemeriksaan pada anak dengan hipotonia, dokter membutuhkan beberapa informasi yang penting dari orangtua, misalnya riwayat hipotonia di dalam keluarga, gangguan genetik lain dalam keluarga, kemungkinan ibu terpapar racun saat hamil, perkembangan hipotonia anak, dan lainnya.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik yang berfungsi untuk mengevaluasi kekuatan dan refleks otot anak. Jika dibutuhkan, dokter juga akan meminta anak untuk menjalani beberapa tes seperti tes urin, darah, dan cairan serebrospinal, skrining untuk gangguan metabolik, serta tes pencitraan (MRI atau CTScan) untuk memeriksa kondisi otak anak.

Jika setelah dilakukan berbagai tes dan tidak ada hasil yang jelas mengenai penyakit yang diderita anak, dokter kemungkinan akan memberikan diagnosis BCH (benign congenital hypotonia). Kondisi Hipotonia yang dialami anak tidak akan memburuk, dapat membaik dengan melakukan pengobatan, dan umumnya ditemukan juga dalam riwayat keluarga.

Pengobatan atau penanganannya

Pengobatan atau penanganan hipotonia pada anak tentu saja akan disesuaikan dengan indikasi penyakit atau gangguan yang dialami anak. Biasanya dokter akan bekerja sama dengan ahli lain untuk memastikan penanganan hipotonia berjalan dengan baik, seperti:

  • ahli gizi
  • terapis okupasi
  • fisioterapis
  • terapis wicara
  • ahli penyakit genetik
  • dokter anak konsultan saraf.

Sekarang Anda sudah memahami apa saja yang perlu diketahui tentang hipotonia. Pastikan anak dengan hipotonia mendapatkan perawatan yang tepat, sehingga ia dapat bertumbuh kembang secara normal.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan