PSIKOLOGI ANAK

Ketika Orang Tua Pilih Kasih pada Anak

Sikap pilih kasih orang tua sering kali muncul tanpa disadari. Ketika orang tua pilih kasih pada salah satu anak, hal ini dapat memberi dampak buruk pada perkembangan psikologis baik anak tersebut maupun saudara-saudaranya.

Desi Hariana | 3 Oktober 2022

Anak-anak membutuhkan dukungan dan cinta dari orang tuanya. Mereka akan termotivasi kala orang tua memberikan dorongan, begitu juga sebaliknya. Sering kali, tanpa disadari, orang tua bersikap pilih kasih pada salah satu anak dibandingkan lainnya. Bisa jadi karena dia anak bungsu, anak yang memiliki penyakit, anak kandung, anak laki-laki, dan lain sebagainya.

Ketika orang tua pilih kasih, maka dapat terjadi dampak psikologis yang tidak diinginkan, baik pada anak yang lebih diperhatikan, maupun saudaranya yang lain.

Efek pada Si Anak Emas

Si Anak Emas dapat tumbuh menjadi anak yang manja karena terbiasa mendapatkan apa yang inginkan. Ia juga merasa lebih superior dibandingkan saudaranya yang lain sehingga merasa tak bersalah jika melanggar aturan. Anak yang mendapat keistimewaan ini umumnya sulit mempertahankan hubungan baik dengan orang lain, menjaga sikap di sekolah, atau lingkungan sosial lainnya.

Efek pada saudara-saudara lainnya

Anak yang tidak dianakemaskan merasa menjadi ‘yang tersisih’ dan hal ini dapat menimbulkan luka dalam diri anak. Mereka menjadi kurang percaya diri, terutama jika sering dibanding-bandingkan dengan Si Anak Emas. Perasaan-perasaan negatif yang muncul ini membuat anak kehilangan kesempatan untuk menunjukkan potensinya.

Mengganggu pola hubungan antar saudara

Ketika orang tua pilih kasih pada salah satu anak, akan mendorong terjadinya persaingan antar saudara (sibling rivalry). Jika rasa iri yang muncul cukup besar, dapat juga terjadi sikap agresif yang dilakukan oleh saudara-saudara dari Si Anak Emas. Persaingan yang tidak sehat saat mereka melewati masa remaja juga dapat terjadi, bahkan hingga mereka dewasa.

Hubungan dengan orang tua yang tidak harmonis

Walaupun orang tua sering kali tidak mengakui bahwa mereka melakukan sikap pilih kasih pada salah satu anak, faktanya, menurut sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Family Psychology, ditemukan bahwa 74% ibu dan 70% ayah ternyata memiliki ‘anak emas’. Dan meskipun orang tua mengaku tidak menunjukkannya di depan anak, namun saudara-saudaranya yang lain dapat merasakannya.

Ketika orang tua pilih kasih pada anak, saudara si anak akan menunjukkan penolakan pada orang tua. Terutama pada saat anak melewati masa remaja yang penuh gejolak. Mereka akan lebih sulit untuk diatur oleh orang tua, bahkan mungkin memilih untuk lebih dekat dengan teman mereka dibandingkan dengan keluarganya sendiri. Hubungan anak-orang tua juga dapat merenggang.

Apa yang dapat dilakukan orang tua?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menghindari terjadinya efek buruk dari sikap pilih kasih, yaitu:

  • Mendengarkan protes dari anak. Mungkin Anda melakukan tindakan pilih kasih itu tanpa sadar. Dengarkan protes anak lainnya dan tanyakan padanya apa yang bisa Anda lakukan untuknya. Jangan lupa lakukan waktu one-on-one dengan setiap anak.
  • Menyadari sikap dan perasaan Anda sendiri. Jika anak sampai memprotes sikap pilih kasih orang tuanya, ini pertanda Anda perlu melakukan introspeksi. Segera lakukan koreksi dengan memberikan perhatian yang sama besarnya pada anak lainnya.
  • Tidak membanding-bandingkan. Ini adalah aturan baku yang berlaku bagi setiap orang tua. Memberi label anak seperti ‘Si Pintar, ‘Si Cantik’, “Si Segala Bisa’ juga akan membuat anak lainnya merasa tidak punya kelebihan. Dukungan Anda sangat penting untuk membangkitkan kepercayaan diri anak dan mengembangkan potensinya.
  • Hindari mengakomodir salah satu anak saja. Misalnya jika salah satu anak Anda mengalami alergi pada cokelat, lalu anak lainnya juga tidak boleh makan cokelat padahal mereka tidak alergi. Hal ini tentu dapat menimbulkan perasaan tidak suka dari anak-anak lainnya.
  • Selalu berusaha untuk bersikap adil pada semua anak. Jika salah satu anak ulang tahun, dan Anda membuat pesta kecil untuk teman-temannya, pastikan ketika anak lainnya ulang tahun, hal itu juga Anda lakukan untuknya.

Walaupun sering kali sikap pilih kasih ini tidak disadari, sebaiknya Anda selalu melakukan refleksi diri dengan melihat sikap anak-anak satu sama lain, juga sikap mereka pada Anda.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan