KESEHATAN ANAK

Anak Tak Bisa Berbicara Pelan

Jika Anda memiliki anak yang sering berbicara dengan volume tinggi alias tak bisa berbicara perlahan, perlu dilakukan intervensi agar tak menjadi kebiasaan.

Anissa Aryati | 19 April 2022

Ibu pasti kenal dengan istilah ini, ‘Ketika anak sudah buka mata, pasti juga buka mulut.’ Maksudnya, saat anak sudah bangun tidur pasti suasana rumah jadi ramai oleh celotehan dan tingkah polah mereka. Anak ‘ramai’ kala bermain tentu sesuatu yang wajar, namun jika ia terus menerus tak bisa berbicara pelan, tak mengenal tempat dan waktu, inilah saatnya orangtua membantu anak untuk mengatur volume suara mereka.

Ketahui terlebih dahulu penyebabnya

Pada balita dan anak usia prasekolah, anak tak bisa berbicara pelan biasanya disebabkan ia belum mampu mengelola masalah sehingga mengalami emosi berlebih dan sulit menenangkan diri. Untuk mengatasinya, anak butuh bantuan orangtua untuk membantunya mengatasi emosi. Ayah atau ibu dapat memberinya kesempatan sesaat berbicara dengan suara yang sedikit lebih keras.

Penyebab lain yang membuat anak tak bisa berbicara pelan, bisa disebabkan gangguan suara, yaitu ketika kualitas suara anak berbeda dengan suara anak yang seusia dan dengan jenis kelamin yang sama. Gangguan suara terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah anak tak mampu mengatur volume suara yang terlalu tinggi maupun rendah.

Bisa juga penyebab anak tak bisa berbicara pelan adalah karena ia mengalami kesulitan pemrosesan sensorik, sehingga tidak menyadari mengeluarkan suara yang terlalu keras, terlalu intens, yang mereka lakukan berulang-ulang.

Membantu anak melatih suara

Saat membantu anak yang sulit mengatur volume suaranya sendiri, sehingga terdengar tinggi atau kencang, orangtua perlu mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Terkadang, anak merasa harus berbicara dengan keras untuk mendapatkan perhatian orangtua. Selain itu, anak yang lebih kecil juga belum menyadari bahwa suaranya yang keras dapat mengganggu orang di sekitarnya.

Untuk membantu melatih suara anak agar bisa berbicara dengan volume normal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua:

  • Menjelaskan pada anak bahwa ada volume suara yang dipergunakan di dalam ruangan, dan di luar ruangan berbeda. Tentunya volume suara di dalam ruang lebih rendah dibandingkan dengan suara yang dipakai di luar ruang.
  • Anak perlu diajari untuk mengatur volume suaranya dalam kondisi tertentu, seperti saat berkunjung ke rumah orang yang sakit, mengunjungi orang yang telah lanjut usia, atau berada di tempat ibadah.
  • Anak belajar dari mencontoh, jadilah panutan bagi anak dengan berbicara sesuai volume normal saat berbicara, baik dengan anggota keluarga lainnya maupun orang lain yang ada di sekitar anak. Tunjukan pula volume suara yang dipergunakan saat menelepon atau bagaimana bereaksi kala melihat tontonan di televisi.
  • Berikan anak pujian setiap kali ia berhasil mengatur volume suaranya sesuai dengan yang diharapkan. Anda juga bisa membuatkan kue atau masakan kesukaan anak sebagai reward atas usaha yang telah ia lakukan.

Sejalan dengan bertambahnya usia anak, biasanya kondisi anak yang tak bisa berbicara pelan akan berkurang karena anak sudah bisa mengatur emosi maupun volume suaranya. Jika anak tak juga memperlihatkan perubahan, kemungkinan ia mengalami gangguan sensorik dan untuk hal ini, ia perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan oleh dokter atau psikolog anak.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan