PSIKOLOGI ANAK

Anak Susah Lepas Saat Ditinggal di Sekolah

Minggu-minggu awal masuk sekolah bagi anak-anak usia prasekolah biasanya dipenuhi dengan tangisan dan rengekan minta ditemani di dalam kelas. Bagaimana mengatasi anak susah lepas saat ditinggal di sekolah?

Desi Hariana | 30 Juli 2022

Anak yang baru memasuki jenjang TK sebagian besar akan mengalami separation anxiety atau rasa khawatir berpisah dengan orangtua. Bukan hanya anak saja yang merasa khawatir, kadang orangtua pun ikut khawatir meninggalkan anaknya di sekolah. Meskipun ada rasa senang karena akan bertemu teman baru dan mempelajari hal baru, namun perubahan besar seperti ini bagi anak usia prasekolah dapat sedikit ‘menakutkan’.

Ketahui faktanya

Rasa khawatir berpisah dengan orangtua ini sebenarnya wajar dialami anak. Bahkan sudah tampak sejak masih bayi, berikut tingkatannya:

Bayi

Di usia 0-1 tahun, bayi sudah menyadari jika ayah atau ibu tidak ada di dekatnya. Ia pun bisa rewel karenanya. Biasanya bayi mulai menyadari hal ini di usia 4-5 bulan, dan semakin meningkat di usia 9 bulan. Bayi semakin sulit ditinggal jika berada dalam kondisi lapar, capek, atau tak enak badan.

Batita

Beberapa bayi yang saat kecil tidak mengalami rasa khawatir saat ditinggal orangtua, namun akan muncul di usia 15-18 bulan. Sejak anak mulai memahami arti kemandirian di usia batita, ia malah semakin sulit untuk ditinggal. Kerewelan mereka saat berpisah mungkin dapat membuat orangtua kewalahan.

Prasekolah

Sejalan dengan perkembangan kecerdasan anak, di usia ini ia sudah dapat memahami efek dari perpisahan dan merengek pada orangtua. Sikap konsisten orangtua adalah kuncinya. Jika sekali saja Anda mengikuti kemauannya, anak akan tahu bahwa ia dapat membuat Anda berubah pikiran di lain waktu.

Lakukan langkah yang tepat

Mengatasi anak yang susah lepas saat ditinggal di sekolah mungkin dapat membuat orangtua bingung. Apalagi jika Anda harus bekerja di kantor. Wajar jika Anda ikut merasa khawatir di masa transisi ini. Namun jika Anda memperlihatkan keraguan, anak justru akan semakin merasa tidak aman dan nyaman untuk ditinggal di sekolah.

Langkah-langkah berikut mungkin dapat membantu agar anak mudah dilepas saat sekolah:

  • Sebelum masuk sekolah, anak diajak untuk datang ke sekolahnya terlebih dahulu sebagai ‘pemanasan’. Kenalkan ia dengan ruangan kelasnya, di mana kamar mandinya, dan lain sebagainya.
  • Menciptakan ritual perpisahan saat melepas anak di sekolah. Misalnya dengan membuat gerakan salaman khusus atau pelukan sambil mengungkapkan kata-kata sayang.
  • Pahami perasaan anak dan ajak bicara dengan bahasa yang ia mengerti bahwa rasa khawatir dan takut yang ia rasakan itu wajar, namun akan hilang dengan cepat begitu ia sudah berkenalan dengan guru dan temannya.
  • Siapkan makan siang yang anak suka sehingga ia juga bersemangat untuk segera memakannya saat waktu makan bersama teman kelasnya.
  • Bersikaplah konsisten dan tepati janji Anda. Pastikan Anda sudah hadir beberapa menit sebelum sekolah bubar agar ia juga merasa tenang.

Pada umumnya, anak susah lepas saat ditinggal di sekolah ini tidak akan berlangsung lama. Begitu anak sudah memiliki teman bermain di sekolah dan mulai dekat dengan guru-gurunya, ia dengan mudah dilepas saat diantar ke sekolah. Jika masalah khawatir saat berpisah ini berlangung lama dan berlarut-larut, atau anak tidak memperlihatkan kemajuan, mungkin sebaiknya Anda berbicara dengan dokter atau psikolog anak untuk dicari penyebabnya.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan