MITOS & FAKTA

Tentang Tumbuh Kembang Anak

Ayah dan ibu mungkin sering mendengar atau mendapatkan informasi mengenai pengasuhan anak dari keluarga atau teman. Sayangnya, tidak semua informasi ini benar. Ketahui beberapa mitos dan fakta tentang tumbuh kembang anak berikut ini.

Desi Hariana | 15 November 2022

Mengasuh dan merawat anak tentu bukan hal yang mudah, bahkan kadang melelahkan. Sering kali orang tua lain memberikan nasehat atau saran dengan niat baik ingin membantu. Namun banyak juga saran atau nasehat yang diberikan belum dipastikan kebenarannya. Apa saja mitos dan fakta tentang tumbuh kembang anak yang perlu kita ketahui?

Mitos 1. Menggendong bayi setiap kali ia menangis akan membuatnya ‘bau tangan’ alias manja.

Fakta: Pada bulan-bulan pertama kehidupannya, bayi membutuhkan rasa nyaman dari orang yang mengasuhnya. Karena itu, tidak masalah jika Anda menggendongnya ketika ia sedang menangis. Setelah ia makin besar, Anda baru dapat mengajarkannya untuk menenangkan diri sendiri agar tidak terlalu tergantung pada orang lain. Memang membutuhkan seni ‘tarik-ulur’ tersendiri hingga anak memahaminya.

Mitos 2. Permainan edukasi digital dan musik klasik dapat membuat anak menjadi pintar.

Fakta: Berdasarkan penelitian, musik klasik memang dapat menenangkan anak, namun tidak akan membuat anak menjadi lebih cerdas. Permainan edukasi digital bagi anak yang saat ini banyak bermunculan pun tidak terlalu efektif dalam mengasah kecerdasan anak. Para ahli malah lebih meyakini bahwa metode permainan hands on atau yang langsung disentuh oleh tangan seperti bermain balok cukup efektif dalam mengasah kecerdasan anak.

Mitos 3. Gangguan bicara pada anak akan baik dengan sendirinya sejalan dengan pertambahan usianya.

Fakta: Baik guru maupun orang tua perlu selalu mewaspadai adanya gangguan perkembangan pada anak. Sering kali redflags pada anak terabaikan dengan pemikiran bahwa gangguan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Dengan mengabaikan tanda-tanda tersebut, anak justru akan kehilangan kesempatan emas untuk mengejar ketertinggalannya. Gangguan bicara pada anak perlu segera dikonsultasikan dengan dokter anak agar dapat segera ditangani.

Mitos 4. Anak yang telat berbicara kemungkinan besar mengalami ASD atau spektrum autisme.

Fakta: Ini adalah kesalahpahaman yang sering terjadi pada orang tua. Butuh kriteria lain untuk mendiagnosis anak mengalami ASD, bahkan tidak semua dokter anak dapat mendiagnosisnya. Sebaiknya anak dibawa ke dokter anak konsultan neurologi untuk memastikannya. Keterlambatan bicara merupakan gangguan perkembangan umum yang sering ditemukan pada anak, dan pada kebanyakan kasus, anak dapat berbicara dengan lancar setelah menjalani terapi.

Mitos 5. Tidak masalah jika bayi tidur telungkup karena akan membuatnya tidur lebih lelap.

Fakta: Walaupun sesekali anak tidur telungkup tidak masalah, namun tidak dalam waktu lama dan tetap harus dalam pengawasan orang tua (tidak boleh ditinggal). The American Academy of Pediatrics malah merekomendasikan agar anak di bawah usia 1 tahun untuk tidak tidur telungkup untuk menghindari SIDS (sudden infant death syndrome).

Selalu cek kebenaran informasi yang Anda terima agar dapat mengawasi tumbuh kembang Si Kecil dengan lebih baik dan cermat.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Artikel Sebelumnya

Nyeri Panggul pada Ibu

Artikel Selanjutnya

Penyebab Anak Telat Bicara

Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan