RUMAH SEHAT

Taman Terapeutik Sensoris untuk Anak Autistik

Taman bagi anak merupakan area untuk bermain, bergerak bebas di alam, serta mengenal berbagai jenis tumbuhan. Namun sebuah taman juga dapat berfungsi menjadi taman terapeutik sensoris untuk anak autistik.

Anissa Aryati | 17 Februari 2022

Taman merupakan area di luar rumah di mana kita bisa menemukan berbagai tanaman, termasuk bunga-bungaan. Di tempat ini juga kita bisa melakukan kegiatan berkebun yang menyenangkan bersama anak. Taman terapeutik sensoris untuk anak autistik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan taman pada umumnya, hanya beberapa kondisinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Syarat taman terapeutik sensoris

Bagi anak dengan autisme, berkebun dapat membangun rutinitas yang sehat. Selain membiasakan anak melakukan aktivitas fisik, saat berkebun, panca indera anak pun ikut dilatih.

Indera peraba akan bekerja saat memegang atau menyentuh bibit, merawat tanaman, maupun menarik gulma. Indera penciuman akan bekerja saat harus mengenali aroma tanaman seperti halnya jenis-jenis bunga. Sedangkan indera penglihatan anak akan banyak terlibat untuk mengamati dan mengenali berbagai jenis tumbuhan dan benda-benda yang ada di sekitar taman.

Beberapa syarat yang perlu dipenuhi agar taman di rumah Anda menjadi taman terapeutik sensoris bagi anak autistik:

  • Menyediakan area jelajah anak, misalnya dengan menempatkan pemisahan area mana untuk berjalan, berkebun, beristirahat, dan bermain.
  • Mengusahakan agar taman jauh dari kebisingan. Anak autistik mudah terganggu dengan suara-suara keras. Untuk meredam suara keras dari jalanan, sebaiknya di balik pagar juga ditanami tanaman yang dapat menjadi pembatas. Hadirkan suasana tenang dengan gemericik air dari pancuran yang dapat melatih indera pendengaran mereka.
  • Perluas area teduh di taman dengan memperbanyak tanaman atau pohon yang dapat meredam pantulan cahaya matahari. Cahaya matahari yang terlalu banyak dapat menimbulkan masalah pada anak yang hipersensitif terhadap cahaya.
  • Lengkapi taman dengan tanaman yang dapat merangsang panca indera anak, seperti bunga matahari, bambu, sage perak, dan kacang manis.
  • Tiap anak berbeda satu sama lain. Pahami kebiasaan dan kesukaan anak, apakah ia lebih suka berjalan atau duduk. Misalkan anak lebih suka berjalan-jalan, sediakan jalan setapak yang nyaman untuk kakinya melangkah, jika ia lebih suka duduk, sediakan kursi taman di bawah pohon yang teduh.

Kegiatan di luar berkebun

Selain untuk berkebun, taman terapeutik sensoris juga bisa digunakan untuk kegiatan berolahraga seperti beryoga di luar ruangan. Kegiatan lain yang akan membuat anak dekat dengan alam adalah menikmati pemandangan atau menatap awan di kala sinar matahari tidak terlalu terik.

Bermain bersama di taman seperti berburu harta karun atau bermain petak umpet dapat melatih kemandirian anak dan membuatnya menjalin interaksi dengan orang lain. Jika anak tertarik pada dunia sains, sisakan sedikit area untuk Anda menemani anak mencoba bereksperimen.

Jangan lupa membuat taman terapeutik sensoris untuk anak autistik ini lebih nyaman dengan menambahkan berbagai fasilitas permainan. Hal-hal yang akan mengundang perhatian dan keingintahuan anak, seperti kotak pasir, mainan gelembung sabun, kapur, peralatan berkebun untuk anak, serta area bermain lempar bola.

Terowongan atau tenda bermain dapat ditambahkan di tempat yang aman bagi anak jika ia ingin ‘melarikan diri’ ketika mengalami kelebihan sensorik saat berada di taman.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan