KESEHATAN ANAK

Saat Suara Anak Serak

Suara anak serak merupakan salah satu pertanda bahwa pita suaranya mengalami gangguan. Pantau kondisi kesehatannya, ada kemungkinan anak juga perlu penanganan medis.

Anissa Aryati | 12 Januari 2021

Hari ini suasana rumah berubah sunyi, biasanya terdengar tawa dan suara Si Kecil yang asyik berceloteh atau bernyanyi. Kali ini ia terlihat lebih banyak diam dan tak banyak bicara. Ketika diajak bicara pun, suaranya terdengar serak dan ia mengeluhkan tenggorokannya tak nyaman. Apa yang perlu dilakukan ibu saat suara anak serak?

Memantau kondisi anak selama seharian

Anak yang mengalami perubahan pada suaranya yang berubah serak, parau serta dibarengi dengan napas yang terengah-engah, kemungkinan besar ada ketegangan pada pita suaranya. Beberapa alasan yang dapat menyebabkan suara anak serak misalnya aktivitas yang terlalu berlebihan, terlalu banyak berteriak atau mengeksploitasi suara. Itu sebabnya ibu juga perlu memantau kondisi anak dalam seharian ini, apa saja yang ia lakukan.

Jika penyebab utamanya adalah hal-hal tersebut, biasanya hanya dalam hitungan 1-2 hari maka suara anak kemungkinan besar akan pulih kembali. Namun, apabila setelah hampir seminggu suara anak masih serak, bawalah anak ke ahli THT (telinga, hidung, dan tenggorokan) atau ahli patologi bicara untuk penanganan lebih lanjut.

Beberapa hal yang perlu ibu pahami sehubungan dengan masalah kesehatan yang sering menyebabkan gangguan suara anak serak diantaranya:

  • Nodul pita suara

Gangguan suara ini terjadi karena penggunaaan suara secara berlebihan dalam waktu cukup lama sehingga membuat pita suara menjadi aus dan mengalami iritasi kecil. Kondisi ini menimbulkan kapalan kecil di pita suara yang disebut sebagai nodul.

  • Disfonia

Suatu bentuk kelainan pada pita suara. Gejalanya selain suara anak serak, ia dapat kehilangan suara dalam jangka waktu tertentu, keluhan sakit saat berbicara, dan kesulitan memproyeksikan suara.

  • Masalah medis lainnya

Beberapa penyakit sering memicu kondisi serak pada suara anak seperti batuk, sinusitis, gangguan pita suara, refluks asam lambung ke bagian belakang tenggorokan (GERD), tumor laring dan lain sebagainya.

Mengajarkan kebiasaan menggunakan suara sehat sehat

Dalam menghindari gangguan suara anak serak, orang tua perlu mendorong kebiasaan menggunakan suara (vokal) secara sehat, misalnya berbicara dengan tempo teratur dan jelas. Selain itu, ingatkan anak agar tidak berbicara dan menangis dengan nada keras, ataupun berteriak kencang ketika ia bersemangat.

Anak juga dapat dilatih untuk mengatur pernapasan dan memastikan ia tetap terhidrasi. Hal ini sangat membantu dalam menghindari gangguan pita suara yang bisa menyebabkan masalah suara anak serak.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Artikel Selanjutnya

Memantau Asupan Gula

Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan