KESEHATAN ANAK

Perhatikan Cara Pemberian Obat pada Anak

Pada saat anak sakit, ia membutuhkan obat untuk mengurangi atau menghilangkan gejala penyakitnya. Perhatikan cara pemberian obat pada anak agar mendapatkan manfaat terbaik dari obat, serta menghindari kesalahan pemberian obat.

Desi Hariana | 14 Maret 2024

Masih banyak orangtua yang tidak menyadari bahwa dengan tidak memperhatikan cara pemberian obat pada anak, maka dapat menimbulkan masalah pada kesehata anak, bahkan bisa berakibat fatal. Hal-hal apa saja yang perlu kita perhatikan? Berikut adalah beberapa diantaranya:

Do’s

  • Selalu berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu. Hindari memberikan obat, terutama obat-obatan yang dijual bebas, tanpa berkonsultasi sebelumnya dengan dokter.
  • Mengikuti arahan dokter dalam penentuan dosis obat. Umumnya dokter tidak akan menggunakan patokan usia, melainkan berat badan anak.
  • Membaca aturan pakai dengan seksama. Jika aturan pakai yang kita temukan pada kemasan obat bertentangan dengan instruksi dokter, sebaiknya tanyakan kembali pada dokter atau apoteker tempat Anda membeli obat.
  • Gunakan obat sesuai kebutuhan, misalnya ada obat-obatan yang hanya dipakai hingga gejala hilang, ada juga yang harus dihabiskan, contohnya antibiotik.
  • Membuat catatan mengenai kapan pemberian obat dan dosisnya agar tidak terlupa.
  • Selalu perhatikan efek samping pemberian obat yang tertera pada kemasannya. Jika efek samping muncul, segera hentikan pemberian obat dan konsultasikan lagi ke dokter anak.
  • Anak harus berada dalam posisi tegak ketika diberikan obat untuk menghindari tersedak. Bagi bayi yang belum bisa duduk, obat sirup bisa diberikan dengan pipet dan diteteskan pada bagian dalam pipi untuk menghindari rasa tak enak.
  • Jika memungkinkan, atau memang ada sediaannya, berikan obat dengan rasa yang disukai anak.
  • Berikan iming-iming makanan atau minuman yang disukai anak jika ia mau minum obat.

Don’t’s

  • Tidak memberikan obat-obatan untuk dewasa. Efek sampingnya dapat membahayakan kesehatan anak.
  • Tidak memberikan obat pada bayi di bawah dua bulan yang bukan merupakan obat-obatan resep dokter.
  • Hindari pemberian obat herbal tanpa berkonsultasi pada dokter anak.
  • Tidak memaksakan pemberian obat secara fisik, misalnya menahan badan, tangan, atau kepala anak. Hal ini dapat menyebabkan trauma.
  • Saat memberikan obat menggunakan pipet, jangan meneteskan obat terlalu cepat ke mulut bayi atau anak karena dapat memancing refleks muntah.
  • Jangan pernah memberikan obat yang diresepkan untuk anak lain, karena belum tentu diagnosis penyakitnya sama, atau dosisnya sesuai.

Obat-obatan bagi anak

Ada beberapa jenis obat yang perlu diperhatikan pemberiannya pada bayi dan anak, seperti:

  • Parecetamol dan ibuprofen, termasuk obat yang aman diberikan pada bayi dan anak-anak ketika mereka merasa sakit atau demam. Parasetamol dapat diberikan pada anak usia dua bulan ke atas, sedangkan ibuprofen dapat diberikan pada anak di atas 3 bulan atau dengan BB di atas 5 kg.
  • Aspirin. Sebaiknya tidak diberikan pada anak di bawah 16 tahun maupun ibu yang sedang menyusui, kecuali diresepkan dokter, karena dapat mengakibatkan penyakit Sindrom Reye pada anak.
  • Antibiotik. Obat-obatan jenis antibiotik biasanya dibutuhkan untuk mengatasi penyakit yang diakibatkan oleh bakteri. Penyakit yang diakibatkan oleh virus tidak membutuhkan antibiotik. Pemberiannya perlu resep dokter dan biasanya harus dihabiskan meskipun gejalanya sudah tidak muncul lagi.
  • Obat antialergi. Obat jenis ini juga perlu resep dari dokter dan pemberiannya biasanya disesuaikan dengan kebutuhan anak. Ada yang berbentuk sirup, tablet, atau semprotan (inhaler, spray).

Penyimpanan obat yang tepat

Selain pemberian obat pada bayi dan anak yang dilakukan secara tepat, ada beberapa hal yang juga perlu kita perhatikan dalam penyimpanan obat, yaitu:

  • Menyimpan obat pada kotak obat khusus yang jauh dari jangkauan anak-anak.
  • Selalu mengecek masa kedaluarsa yang tertera pada kemasan obat di kotak obat secara berkala. Segera buang obat-obatan yang sudah melewati masa penggunaannya.
  • Tanyakan kepada apoteker apakah ada obat-obatan tertentu yang harus disimpan dengan cara khusus, misalnya di dalam kulkas.
  • Kebanyakan obat tidak boleh ditaruh di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.

Pemberian obat pada bayi dan anak yang benar memegang peranan penting dalam proses kesembuhan anak.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan