KESEHATAN KELUARGA

Mencuci Hidung dengan Larutan Garam

Banyak orang melakukan kegiatan mencuci hidung ini sebagai pencegahan terhadap COVID-19. Seberapa efektifkah mencuci hidung dengan larutan garam untuk mencegah penularan penyakit?

Desi Hariana | 15 September 2021

Sayangnya, menurut informasi yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia, WHO, sebenarnya mencuci hidung dengan larutan saline (garam/NaCl) tidak signifikan dapat mencegah seseorang terinfeksi virus COVID-19. Namun demikian, jika dilakukan secara rutin dapat mencegah penyakit saluran pernapasan lainnya.

Amankah bagi anak?

Mencuci hidung dengan larutan garam atau sering disebut juga sebagai irigasi hidung (nasal irrigation) ini tidak dianjurkan bagi anak di bawah 2 tahun. Cuci hidung bagi anak biasanya dilakukan untuk mengurangi gejala sinusitis,flu, maupun alergi (rhinitis). Usia anak harus cukup besar untuk memahami instruksi bernapas melalui mulut saat melakukan irigasi hidung.

Persiapannya

Perlu diingat bahwa mencuci hidung dengan larutan garam perlu dilakukan dengan hati-hati. Pertama, yang perlu Anda perhatikan adalah peralatan dan cairan yang dipergunakan. Gunakan netty pot, botol khusus cuci hidung, atau spuit besar yang bisa dibeli di apotek atau secara daring. Cuci dengan air hangat dan keringkan sebelum dipakai atau setelah pemakaian.

Sebenarnya Anda dapat membuat larutan garam sendiri dengan cara mencampur satu sendok garam krosok (garam kasar) dengan 1 liter air matang. Namun lebih disarankan untuk menggunakan bubuk saline siap pakai (tinggal dicampur air), atau larutan NaCl (infus) yang juga dapat dibeli di apotek atau secara daring karena memiliki perbandingan antara air dan garam yang sudah sesuai (0,9%).

Langkah-langkahnya

Berikut adalah langkah-langkah mencuci hidung dengan larutan garam yang bisa dilakukan di rumah:

1. Konsultasikan dahulu dengan dokter jika Anda baru menjalani operasi sinusitis, atau operasi di area wajah. Begitu juga saat akan melakukannya pada anak.

2. Jangan gunakan air keran karena berpotensi terinfeksi organisme penyebab infeksi saluran hidung yaitu sejenis amoeba bernama Naegleria fowleri. Gunakan air yang telah melewati proses distilasi, sterilisasi, atau dimasak selama 3-5 menit lalu didinginkan.

3. Berdiri menghadap wastafel atau duduk di depan wadah penampung air, miringkan kepala ke satu sisi.

4. Masukkan ujung alat yang digunakan pada lubang hidung yang posisinya di atas, lalu alirkan cairan garam ke dalamnya. Pada tahap ini, bernapaslah melalui mulut.

5. Biarkan cairan keluar dari lubang hidung satunya. Lakukan hingga setengah cairan telah terpakai.

7. Lakukan hal yang sama dengan posisi kepala miring ke arah sebaliknya.

8. Usahakan jangan sampai cairan masuk ke tenggorokan, carilah posisi kemiringan yang paling tepat agar hal ini tak terjadi.

9. Setelah selesai, keluarkan semua cairan yang masih ada di hidung dengan cara membersit (seperti mengeluarkan ingus) dari kedua lubang hidung.

10. Bersihkan semua peralatan dan keringkan untuk penggunaan selanjutnya.

Efek setelah mencuci hidung

Jika dilakukan secara benar, melakukan irigasi hidung tidak akan menimbulkan efek serius. Walaupun mungkin saja Anda merasakan beberapa ketidaknyamanan seperti:

  • rasa perih di hidung
  • bersin-bersin
  • sensasi seperti telinga berisi air
  • mimisan, walaupun hal ini sangat jarang terjadi.

Jika Anda merasa mencuci hidung ini tidak nyaman di saluran hidung, mungkin bisa dicoba untuk menurunkan kadar garam dalam cairan. Mencuci hidung dengan larutan garam ini dapat dilakukan sehari sekali atau tergantung dari kebutuhan masing-masing individu. Jika dirasa membantu, dapat dilakukan beberapa kali sehari.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan