PASANGAN BAHAGIA

Hal-hal yang Mengganggu Keintiman Pasangan

Melakukan hubungan intim penting bagi pasangan. Namun kadang ada hal-hal yang mengganggu keintiman pasangan. Apa sajakah itu dan bagaimana mengatasinya? Simak artikel berikut.

Desi Hariana | 22 November 2021

Salah satu cara agar pasangan memiliki hubungan yang sehat adalah rajin melakukan hubungan intim. Namun sayangnya, berhubungan intim bagi pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah ternyata tidak semudah seperti yang dibayangkan. Selain secara fisik, keintiman juga membutuhkan kedekatan secara emosi dan pikiran. Jika ada hal-hal yang mengganggu keintiman pasangan, maka hubungan intim akan semakin jarang dilakukan, bahkan mungkin terlupakan.

Masalah fisik

Gangguan fisik yang berhubungan dengan fungsi seksual disebut sebagai disfungsi seksual. Ini dapat terjadi pada laki-laki maupun pada perempuan dan pada berbagai usia. Menurut sebuah penelitian, sekitar 31% laki-laki dan 43% perempuan mengalami berbagai hal yang mengganggu mereka berhubungan intim. Obat, penyakit, stres, maupun masalah emosi dapat juga berkontribusi pada disfungsi seksual.

Gangguan pada laki-laki

Gangguan keintiman pada laki-laki, umumnya berbentuk:

  • Kehilangan keinginan untuk melakukan hubungan intim.
  • Sulit ereksi atau mempertahankan ereksi.
  • Sulit orgasme, orgasme yang terlalu cepat atau terlalu lambat.
  • Bentuk penis yang bengkok.

Penyebab fisik yang mungkin menyertai:

  • Ejakulasi terbalik (retrograde ejaculation) saat air mani berbalik ke dalam. Biasanya akibat penyakit diabetes atau baru melakukan operasi prostat atau saluran kemih.
  • Efek samping merokok.
  • Masalah usia yang membutuhkan foreplay lebih lama.
  • Masalah kesehatan seperti gangguan jantung, diabetes, ketidakseimbangan hormon, gangguan saraf, obesitas, tekanan darah tinggi, atau tingkat kolesterol yang tinggi.
  • Gangguan pada perempuan

Dari sisi perempuan, gangguan fisik yang biasanya muncul dan mengganggu keintiman pasangan seperti:

  • Frigiditas atau tidak adanya keinginan untuk melakukan keintiman. Menolak saat pasangan menunjukkan kedekatan.
  • Gangguan rangsangan seksual. Keinginan untuk berhubungan intim ada, namun sulit terangsang.
  • Gangguan orgasme. Sulit mencapai orgasme walaupun sudah cukup rangsangan oleh pasangan.
  • Sakit saat berhubungan intim. Ini berhubungan dengan stimulasi atau kontak dengan vagina (dyspareunia atau vaginismus).

Penyebab fisik yang mungkin menyertai:

  • Berbagai penyakit seperti kanker, gagal ginjal, multiple sclerosis, gangguan jantung, atau masalah saluran kemih.
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan seperti antidepresan, antihisatmin, atau obat-obatan kemoterapi.
  • Perubahan hormonal dalam tubuh setelah melahirkan, atau rendahnya hormon estrogen bagi yang telah mengalami menopos.

Masalah psikis atau emosi

Selain dari sisi fisik, hal-hal yang mengganggu keintiman pasangan juga dapat berbentuk psikis atau emosi. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab gangguan keintiman pasangan, antara lain:

  • Takut disakiti, ditinggalkan, atau ditolak, hal ini biasanya berhubungan dengan masa kecil seseorang.
  • Menghindari keintiman atau intimacy anxiety disorder, hal ini dialami oleh 2,5% dari populasi dunia.
  • Pernah mengalami kekerasan atau pelecehan seksual di masa lalu. Sering terlihat tak suka jika disentuh, atau tidak terlibat secara emosi saat berhubungan intim.

Sebaiknya gangguan yang ada ditangani dengan baik. Jika penyebabnya adalah masalah fisik, konsultasikan dengan dokter. Jika masalahnya lebih ke psikologis, Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Hindari hal-hal yang mengganggu keintiman pasangan sejak dini agar hubungan Anda dengan pasangan selalu harmonis.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan