KESEHATAN IBU

Hal-Hal yang Dapat Memengaruhi Rasa ASI

Bayi terlahir dengan kemampuan mengecap, dimana ia sudah bisa membedakan rasa ASI (air susu ibu). Ada hal-hal yang dapat memengaruhi rasa ASI dan turut menentukan selera bayi saat menyusu.

Anissa Aryati | 18 Sepember 2021

Sebenarnya, dalam hal pengenalan rasa, bayi sudah mulai mempelajarinya sejak masih dalam kandungan. Melalui plasenta yang mengirimkan sari makanan pada bayi, ia dapat merasakan apa yang ibu makan. Namun karena masih terhubung dengan ibu, ia tak dapat memilih apa yang ia suka atau tidak suka.

Setelah lahir, bayi menerima makanan dalam bentuk ASI. Langit-langit pada mulut bayi semakin sensitif dan pintar dalam membedakan rasa. Preferensi rasa pada bayi masih terus berkembang. Ia sudah dapat merespons apabila mendapati ada rasa yang tidak sesuai dengan seleranya.

Respons yang ditunjukkan bayi saat menolak bisa bermacam-macam, ada yang menarik mulut dengan cepat dari puting ibu, hingga melengkungkan punggung dan menangis saat hendak disusui.

Jika ibu menemukan bayi merepons menyusui dengan cara demikian, hendaknya ibu waspada. Kemungkinan ada masalah dari apa yang dikonsumsi ibu atau proses penyimpanan, pendinginan, pencairan yang tidak benar sehingga memengaruhi rasa ASI.

Perhatikan apa yang ibu makan

ASI akan berubah rasa sesuai dengan apa yang dikonsumsi ibu. Salah satu penelitian yang melibatkan beberapa ibu menyusui menunjukkan hal ini. Para ibu yang menjadi objek penelitian diminta untuk menelan kapsul empat rasa yang terdiri dari rasa pisang, jintan, adas manis, dan mentol. Hasilnya, ditemukan bahwa rasa pisang dalam ASI bisa bertahan hanya satu jam, sedangkan rasa yang lainnya relatif bertahan lebih lama (Hausner, et al 2008).

Hal-hal lain yang dapat memengaruhi rasa ASI, dan umumnya kurang disukai bayi, antara lain:

1. Konsumsi daging organ dan makanan laut

Daging organ seperti jeroan atau jenis ikan laut tertentu memang terkadang lezat dan disuka oleh beberapa ibu menyusui. Kebiasaan mengonsumsi makanan ini mungkin sudah dimulai sebelum hamil, padahal kedua jenis makanan ini sebenarnya perlu dibatasi. Ditemukan bahwa dalam jeroan terdapat racun yang bisa mengkontaminasi dan memengaruhi rasa ASI.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, daging organ, seperti ginjal dan hati, memang merupakan sumber zat besi yang hebat. Namun, ibu menyusui sebaiknya membatasi makanan ini agar tidak mengalami kelebihan asupan vitamin A.

Demikian pula dengan makanan dari ikan laut, perlu dibatasi karena beberapa jenis ikan atau hewan laut lain yang terpapar berbagai zat berbahaya di laut seperti PCB (polychlorinated biphenyls), dioksida dan merkuri. Apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak, selain berpengaruh pada kualitas ASI yang diproduksi ibu, juga dapat membahayakan kesehatan ibu maupun bayi.

2. Air yang terkontaminasi logam

Air dibutuhkan untuk berbagai keperluan sehari-hari seperti halnya minum dan memasak. Namun air pun dapat terkontaminasi logam berat seperti timbal, arsenic, dan lainnya. ASI dari ibu yang minum air terkontaminasi logam asing di lidah bayi. Bayi mungkin menolak minum ASI. Namun jika akhirnya ia mau juga menyusu, dalam jangka waktu tertentu dapat berdampak pada keterlambatan perkembangannya.

Dalam hal ini dibutuhkan filter air khusus agar air yang diminum keluarga lebih sehat dan tidak tercemar logam berat.

3. Kandungan lipase berlebih

Enzim lipase merupakan unsur penting yang dapat membantu bayi mencerna ASI. Sebenarnya enzim ini tidak berbahaya, namun ketika jumlah lipase yang dihasilkan dalam ASI sangat tinggi, akan terasa asam di lidah bayi. Beberapa hal yang membuat kadar lipase dalam ASI berlebih adalah adanya masalah dalam perut ibu, gangguan radang pada pankreas, dan lainnya.

Hal-hal yang memengaruhi rasa ASI ini penting untuk diperhatikan. Bukan hanya dapat membantu bayi agar ia tetap dapat menyusu dengan cukup, tapi juga menjaga agar kualitas ASI yang ia minum juga baik dan sehat.

Ibu menyusui perlu memperhatikan apa yang masuk ke tubuhnya termasuk membatasi asupan daging organ, ikan laut, serta minum air yang telah difiltrasi. Konsultasikan dengan dokter atau ahli laktasi apabila ada masalah yang dicurigai berhubungan dengan produksi ASI atau hal-hal yang dapat memengaruhi rasa ASI.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan