OBROLAN SERU

Banyak Manfaat Makan Bersama Keluarga

Kesibukan dan perubahan ritme hidup seakan-akan menggeser banyak kebiasaan baik, misal makan bersama. Sebenarnya, apa saja manfaat makan bersama keluarga?

Rima Olivia, Psi. | 11 Januari 2021

Makan bersama adalah ‘upacara’ yang nyaris selalu ada ketika kesenangan terjadi, berbagi kebahagiaan, dan perayaan atas sesuatu yang disyukuri. Namun saking biasanya, kita kadang tidak lagi menganggap penting hal ini. Padahal, banyak manfaat makan bersama keluarga, baik dari sisi emosional, sosial, bahkan menularkan nilai spiritual pada anak.

Alamiah dan sederhana

Kegiatan makan bersama adalah kegiatan ice-breaking yang paling alamiah. Makan bersama keluarga merupakan proses pembinaan rapport (hubungan baik) yang sangat alamiah dan sederhana. Ada proses mirroring perilaku yang mencairkan ketegangan antara orang tua dan anak, sehingga suasana menjadi nyaman.

Lapar fisik dan lapar emosi (kasih sayang) akan dipenuhi oleh kegiatan makan atau menyusui. Selanjutnya, kegiatan makan bersama keluarga ini juga dapat menjadi sebuah kegiatan rekreasional.

Sejak dini, anak akan mencontoh perilaku orang dewasa di meja makan. Jika Anda memilih makanan yang sehat, menyukai beragam makanan, hingga kebiasaan menutup mulut ketika mengunyah, mengucapkan permisi jika ingin meminta sesuatu yang jauh untuk dijangkau, anak akan menirunya. Proses belajar yang lebih mendalam, justru terjadi secara tidak kita sadari.

Ada banyak sekali kesempatan penanaman nilai yang dilakukan dengan senang hati ketika makan bersama keluarga. Contohnya ketika memotong piza agar sesuai dengan jumlah orang yang ada di meja makan, membuat anak merasa bahwa berbagi itu menimbulkan menyenangkan. Nilai-nilai yang berkaitan dengan ‘makan’ pun akan tertanam dalam diri anak.

Tradisi yang menyenangkan

Kondisi pandemi COVID 19 saat ini membuat makan bersama keluarga lebih mudah untuk dilakukan karena sebagian besar anggota keluarga melakukan kegiatannya di rumah. Namun saat kondisi normal, hal ini mungkin sulit untuk dilakukan.

Jika karena kesibukan maka tak memungkinkan untuk makan malam bersama keluarga, sebisa mungkin luangkanlah waktu untuk sarapan bersama. Buatlah aturan yang dituruti oleh semua orang, termasuk ayah dan ibu, seperti tidak membawa gawai atau buku ke meja makan.

Hindari mencecar atau mengkritik anak saat makan bersama. Dengan demikian, anak pun dapat bebas bercerita tentang apa yang ia rasakan atau pikirkan. Jika sesekali akan makan di luar rumah, lakukan ‘rapat keluarga’ untuk menentukan tempat makan yang ingin didatangi, bergantian untuk setiap anggota keluarga.

Makan bersama pun bisa membuat anak merasa dihargai, misalnya dengan membuat kesepakatan Hari Ayah atau Hari Kakak. Hari Ayah adalah kesempatan dimana Ayah dimasakkan makanan kesukaannya. Dengan dilakukan secara bergilir, kegiatan makan pun membuat anak merasa istimewa.

Upayakan suasana makan bersama keluarga menjadi suatu hal yang menyenangkan dan dinikmati oleh semua anggota keluarga. Nah, banyak kan manfaat makan bersama keluarga?

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Artikel Selanjutnya

Mulut Terasa Pahit

Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan