KESEHATAN ANAK

Bahan Berbahaya yang ada di Sekitar Rumah

Disadari atau tidak kecelakaan bisa saja mengintai di rumah apabila terjadi penggunaan produk keperluan rumah tangga yang tidak semestinya.

Anissa Aryati | 24 November 2020

Dunia anak adalah dunia penuh eksplorasi.  Kemanapun kakinya melangkah ke setiap sudut rumah, tangannya selalu ingin bergerak.  Di lingkungan rumah tak selalu aman bagi anak untuk dibiasakan sendiri bermain tanpa pemantauan orang tua dalam waktu yang lama. Ada bahan berbahaya yang ada di sekitar rumah yang harus dijauhkan dari anak karena mengandung senyawa kimia. Bahaya berbahaya yang ada di sekitar rumah biasanya dijumpai pada sejumlah produk pembersih dan keperluan rumah tangga lainnya.

Rasa ingin tahu anak yang begitu besar terkadang membuatnya ingin mengambil barang-barang dengan kemasan yang menarik perhatiannya, mencium aromanya atau bahkan tak jarang ingin mencobanya untuk dimakan atau diminum. Dari sinilah terkadang petaka bermula ketika anak lepas dari pemantauan orang tua walau, sesaat kecelakaan bisa terjadi tanpa bisa dikontrol.

Jenis bahan berbahaya

Anak mengalami keracunan dan dilarikan ke rumah sakit mungkin bukanlah hal baru. Di tayangan berita di TV dan media sudah sering memuat kabar tentang anak yang mengalami keracunan akibat menelan dan menghirup bahan berbahaya yang ada di sekitar rumah. Dari sebuah survei yang dilakukan  pada 2000 - 2001 di 16 negara berpenghasilan menengah dan tinggi mengungkapkan bahwa, dari penyebab eksternal yang berbeda dari kematian akibat cedera yang tidak disengaja pada anak-anak berusia satu hingga 14 tahun, keracunan menempati peringkat keempat setelah kecelakaan lalu lintas jalan, kebakaran dan tenggelam.

Begitu banyaknya kasus yang terjadi akibat kelalaian orangtua yang pada akhirnya membuat anak mengonsumsi bahan berbahaya yang ada di sekitar rumah dan mengalami keracunan menjadi peringatan bagi orangtua untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Berikut jenis bahan berbahaya yang ada disekitar rumah yang harus dijauhkan dari anak.

obat-obatan, baik  yang dijual bebas maupun obat resep.

produk rumah tangga berupa  deterjen, pewangi, pemutih, desinfektan, pembersih lantai, camphor, semprotan serangga, tabung oksigen dan lainnya.

tanaman yang mengandung racun yang tumbuh di sekitar rumah

gigitan binatang dan serangga berbahaya yang ditemukan di sekitar rumah

Tindakan bila anak keracunan

Jika menemukan anak sedang membawa botol atau wadah berisi pil atau cairan sebaiknya orang tua  sesegera mungkin mengambil dari tangan anak dan selanjutnya memeriksa apakah sudah ada yang dilakukan sebelumnya oleh anak atau tidak. Hal yang paling ditakutkan adalah  menelan atau menghirup cairan atau obat yang ia temukan. Kenali dan periksa secara teliti bau cairan kimia atau potongan obat di  mulut, tangan atau pun di baju anak. Apabila anak mengalami perubahan perilaku menjadi tak wajar yang disertai mengantuk, muntah, ngiler maka anak harus segera  dilarikan ke perawatan gawat darurat.

Mencegah anak keracunan

Dampak dan akibat yang terjadi pada saat anak mengalami keracunan bisa bermacam-macam, mulai dari cedera hingga yang mengarah pada kematian. Parah tidaknya tingkat keracunan tergantung dari kadar zat berbahaya tersebut yang terpapar pada anak. Waktu penanganan dalam hal ini juga dapat meningkatnya risiko. Namun sebelum hal ini terlambat atau bahkan terulang apabila pernah terjadi ada baiknya sebagai orang tua Anda melakukan pencegahan dengan melakukan beberapa langkah antisipasi.

Simpan di tempat paling aman

Simpan secara khusus bahan berbahaya yang ada di sekitar rumah dan mengandung senyawa kimia agar jauh dari jangkauan anak. Apabila memungkinkan kunci perangkat penyimpanan tersebut.

Lakukan pengecekan label obat

Simpan obat-obatan di tempat khusus atau kotak obat. Jangan menaruh kotak obat sembarangan, tempatkan di posisi yang cukup tinggi agar anak sulit mengambilnya. Untuk obat-obatan juga perlu diperiksa secara berkala tanggal kedaluwarsanya.

Pengemasan jangan menarik anak

Ada produk rumah tangga tertentu yang mempunyai pengemasan berupa botol atau tabung dengan warna-warna mencolok dan menarik mata anak. Bila memiliki anak balita harus benar-benar waspada karena mereka masih sulit memahami antara yang bisa dimakan/diminum dan tidak boleh. Simpan di tempat yang tak terjangkau atau tempat yang tak mencolok serta berikan label nama dan jenis produk tersebut.

Buang yang tak diperlakukan

Jangan pernah menyimpan produk rumah tangga dengan kandungan bahan kimia yang tak terlalu terpakai. Jangan berpikir suatu hari memerlukan lagi.  Ubah pola pikir Anda dengan menyimpan apa yang diperlukan saja dalam sehari-hari. Memiliki anak kecil harus lebih berhati-hati dalam menyimpan produk dengan kandungan kimia yang membahayakan kesehatan serta keselamatan anak.

Referensi :

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan