KESEHATAN ANAK

Anak Lebih Suka Ngemil daripada Makan

Ngemil atau makan makanan ringan memang bukan sesuatu yang dilarang bagi anak. Tetapi ketika anak lebih suka ngemil daripada makan, ibu perlu berstrategi agar anak tetap mau makan dengan porsi seimbang.

Anissa Aryati | 21 September 2021

Perasaan ibu pasti kesal saat anak lagi-lagi tak menyentuh makanannya, atau kalaupun dimakan tapi tak dihabiskan. Padahal dari pagi ibu sudah berupaya untuk menyiapkan dan memasak hidangan yang enak untuknya. Anak baru mau makan jika benar-benar sudah merasa lapar, itu pun tidak tiga kali sehari. Sepanjang hari mereka hanya mau makan biskuit sereal, wafer ataupun camilan lainnya.

Hal ini tentu saja tak bisa dibiarkan, karena asupan makanan anak sangat mungkin tidak memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Padahal ia membutuhkan nutrisi lengkap dan seimbang di masa-masa tumbuh kembangnya. Apa saja yang bisa kita lakukan kala anak lebih suka ngemil daripada makan?

Alasan mengapa anak lebih suka ngemil

Anak lebih suka ngemil daripada makan memang bukan kasus baru. Mirip dengan anak yang picky eater, mereka kerap rewel pada saat makan serta tidak menghabiskan makanannya. Tanda lainnya adalah mereka sering susah menerima makanan baru dan suka menghindar di saat jam-jam makan.

Berikut adalah berbagai alasan yang kerap muncul mengapa anak lebih suka ngemil daripada makan:

  • Merasa tidak lapar setelah mengemil.
  • Bosan dengan menu yang kurang variatif.
  • Tertekan dengan permintaan ibu untuk makan, karena takut dimarahi.
  • Sedang tidak enak badan
  • Porsi makanan yang disiapkan ibu terlalu besar.

Berbagai alasan itu membuat mereka lebih suka mengemil karena porsinya lebih sedikit sehingga lebih cepat habis.

Mengarahkan anak untuk mendahulukan makan

Anak kemungkinan merasa cemas di jam-jam makan karena tak lama lagi akan diminta segera makan oleh ibu. Bisa jadi mereka akan mengalihkan atau mengundurkan jadwal makan dengan alasan masih belum selesai belajar atau bermain. Agar pola makan anak lebih terstruktur, ibu perlu melakukan beberapa strategi, misalnya:

1. Prioritaskan jadwal makan utama

Ini adalah salah satu feeding rules (aturan pemberian makan anak) yang utama. Istilah makan kapan saja saat anak mau, bisa ‘diterjemahkan’ dalam pikiran anak bahwa makan teratur bukanlah hal yang penting. Dalam hal ini dibutuhkan ketegasan juga dari ibu. Bila sudah waktunya makan, ingatkan anak untuk makan meski hanya masuk ke mulut beberapa suap. Makan utama tetap tak boleh dilewatkan.

2. Usahakan agar jenis makanan tak membosankan

Rasa bosan kemungkinan besar akan mengganggu kemampuan anak untuk menangkap isyarat lapar/kekenyangan. Kondisi ini pada akhirnya bisa membuat anak makan berlebihan atau sebaliknya, justru sangat sedikit.

3. Beri semangat

Ibu bisa mengajak anak untuk duduk dan makan bersama, karena ini bisa menjadi dorongan dan penyemangat anak untuk makan. Lama-lama ia pun akan tertarik.

4. Siapkan cemilan yang sehat

Kebiasaan ngemil, apalagi jika jenis makanannya sehat (buah, makanan tinggi serat, dan lainnya) justru dapat membantu tumbuh kembang anak. Namun demikian, makan utama tetap tak boleh dilewatkan, karena kandungan nutrisi camilan tidak selengkap makanan utama.

5. Atur waktu untuk ngemil

Jika ngemil benar-benar tak dapat dihindarkan, atur jadwal ngemil anak 2-3 jam setelah makan dengan cemilan yang sehat. Pilih jenis camilan yang tidak mengandung karbohidrat, gula dan lemak tinggi, agar tidak menyumbang kalori berlebihan dan membuat anak kenyang lebih dulu di waktu makan berikutnya.

Anak lebih senang ngemil daripada makan memang wajar terjadi. Ibu tak perlu khawatir karena banyak orangtua juga mengalami hal yang sama. Intinya, bagaimana kita berstrategi agar anak mengurangi cemilannya dan mematuhi aturan makan tiga kali sehari dengan porsi lengkap dan seimbang.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Artikel Selanjutnya

Makan Benar Saat Hamil

Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan