KESEHATAN ANAK

Risiko di Balik Berat Badan Lahir Rendah

Karena satu dan lain sebab, bayi Anda lahir terlalu mungil. Apa saja risiko di balik berat badan lahir rendah?

Dyah Soekasto | 28 April 2021

Kondisi BBLR (berat badan lahir rendah) pada bayi adalah klasifikasi medis untuk bayi yang memiliki berat badan kurang dari 2500 gram saat lahir. Meskipun mungkin membuat orang tua ciut saat harus merawat bayi yang lahir dengan BBLR, namun sesungguhnya, tidak banyak perbedaan dalam perawatan sehari-harinya. Meskipun demikian, anggota keluarga dari bayi dengan BBLR perlu ekstra hati-hati agar anak tetap sehat.

Kategori BBLR

BBLR meliputi bayi lahir prematur atau cukup bulan. Bayi dengan berat badan lahir rendah masuk dalam tiga kategori berikut ini:

  • Berat lahir rendah (low birth weight/LBW): berat kurang dari 2500 gram.
  • Berat lahir sangat rendah (very low birth weight/VLBW): memiliki berat kurang dari 1500 gram.
  • Berat lahir sangat rendah (extremely low birth weight/ELBW): berat kurang dari 1000 gram.

Penyebab BBLR

Penyebab mengapa bayi lahir dengan berat badan rendah sangat bervariasi. Kemungkinan bayi lahir lebih awal atau tepat waktu namun tidak tumbuh cukup selama kehamilan (disebut pembatasan pertumbuhan di dalam rahim/IUGR). Mungkin juga ada beberapa penyebab spesifik lainnya.

Penyebab lain adalah prematuritas, preeklamsia, atau adanya masalah lain dengan kehamilan seperti; ibu merokok atau melakukan penyalahgunaan zat terlarang, kelahiran ganda (kembar atau lebih), nutrisi kehamilan yang buruk, infeksi pada ibu atau bayi sebelum kelahiran, termasuk cytomegalovirus (CMV), toksoplasmosis, cacar air, dan rubella.

Risiko di balik berat badan lahir rendah

Faktanya, sebagian besar bayi dengan BBLR baik-baik saja, kalaupun ada hambatan biasanya hanya disebabkan oleh ukurannya yang kecil. Namun, ada beberapa pengecualian yang mungkin dialami bayi dengan BBLR:

  • Masalah dengan fungsi organ dalam: Bayi yang lahir prematur mungkin mengalami komplikasi prematuritas (belum matangnya organ) yang mencakup masalah fungsi otak, jantung, paru-paru, usus, dan lainnya.
  • Kadar gula rendah (hipoglikemik): Bayi yang sangat kecil mungkin mengalami kesulitan mengatur gula darahnya. Bayi prematur terkadang menggunakan gula darah lebih cepat daripada yang bisa mereka produksi, dan berisiko mengalami kondisi gula darah yang sangat rendah.
  • Risiko hipotermia: Bayi kecil tidak memiliki cukup lemak untuk menghangatkannya, akibatnya mereka kedinginan dan mungkin harus menghabiskan waktu di inkubator.
  • Gangguan makan/menyusui: Bayi yang lebih kecil kadang mengalami kesulitan menyusu atau saat diberi susu botol, dan mungkin membutuhkan cara lain untuk mengonsumsi cukup kalori untuk tumbuh.

Apa yang ibu bisa lakukan?

Mengingat adanya faktor risiko jika bayi lahir dengan BBLR, ada beberapa catatan penting yang perlu ibu perhatikan:

  • Berikanlah ASI secara teratur.
  • Peluk bayi lebih sering karena ia masih kesulitan menjaga hangat tubuhnya. Cara ini biasa disebut dengan metode kangguru.
  • Menemani bayi tidur agar setiap saat Si Kecil bisa memeperoleh ASI.
  • Pantau tumbuh kembangnya, pastikan ia mendapatkan imunisasi sesuai yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Artikel Selanjutnya

Anak Sering Menahan Pipis

Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan