ANAKKU SPESIAL

Melatih Keterampilan Anak Kidal

Anak kidal (left-handed)memiliki tantangan yang lebih besar dalam kesehariannya. Melatih keterampilan anak kidal jauh lebih efektif dibandingkan mengkoreksinya secara berlebihan.

Dr. Fiona Amelia | 29 Juni 2020

Selama ini pola pandang masyarakat yang menganggap bahwa tangan kanan lebih baik daripada tangan kiri sering kali membuat anak kidal berada di posisi serba salah. Mereka kadang harus berjuang keras untuk menggunakan tangan kanannya agar tidak dipandang aneh. Padahal bila hal ini terlalu dipaksakan, dapat berdampak kurang baik pada anak. 

Faktor yang memengaruhi anak kidal

Anak kidal adalah anak yang lebih banyak menggunakan tangan kiri untuk melakukan aktivitas kesehariannya dibandingkan tangan kanan. Kasus kidal sendiri banyak ditemukan pada anak dengan gangguan disleksia, kesulitan belajar, atau anak yang mengalami gangguan koordinasi dan perkembangan. 

Pada bayi dengan berat badan sangat rendah, kemungkinan akan menjadi kidal juga jauh lebih besar dibanding bayi dengan berat normal. Kemungkinan lain yang dapat terjadi pada bayi dengan berat rendah adalah dominasi tangan kanan-kiri (tangan campur) bisa sama besarnya. Anak kidal meski kadang keberadaannya dianggap berbeda, tetapi biasanya anak-anak ini memiliki keistimewaan di bidang olahraga ataupun bermusik.

Terkait permasalahan kidal pada anak, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2006 menyebutkan bahwa faktor genetik memiliki andil sebesar 24% dalam menentukan preferensi tangan dominan pada anak. Faktor genetik atau keturunan ini bersifat poligenik dengan sedikitnya 40 lokus gen yang menentukan seseorang anak kidal atau tidak. 

Penelitian lain dilakukan oleh Howard Kushner pada tahun 1980 terkait populasi pelajar kidal di China yang cukup rendah, kurang dari 1 %. Ternyata hal ini diakibatkan oleh adanya stigma dan diskriminasi pada anak-anak kidal yang menganggap bahwa mereka perlu ‘disembuhkan’ dengan berbagai aturan dan hukuman. Dari kasus ini bisa dilihat bahwa faktor lingkunganlah yang paling memengaruhi seorang anak untuk menjadi kidal atau tidak.

Jangan paksakan anak

Anak kidal seringkali menemui masalah di lingkungan mereka berada. Mereka juga kerap terkena teguran orang tua dan bahkan diharuskan berulang kali melakukan suatu kegiatan dengan tangan kanannya. Akibat sering ditegur maka hal ini akan berpengaruh pada rasa percaya diri anak kidal. 

Dominasi tangan kiri pada anak kidal menandakan bahwa aktivitas otak kanan lebih dominan. Karena itu, anak kidal sebaiknya tidak perlu dikoreksi, apalagi sampai dipaksa-paksa untuk menggunakan tangan kanannya. Pemaksaan untuk menggunakan tangan kanan akan membuat perkembangan otak kanan, ingatan dan konsentrasi si anak kidal menjadi terhambat. Efeknya si anak kidal ini bisa menjadi gagap dan disorientasi.

Bijak menghadapi anak kidal

Beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua yang memiliki anak kidal menurut Sylvia Weber, kepala lembaga konsultasi khusus untuk orang kidal di Jerman, adalah menerima kenyataan. Hal kedua adalah melatih keterampilan anak dengan cara yang positif. 

Hal sederhana yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk melatih keterampilan anak kidal:

  • Tempatkan benda-benda yang biasa dipegang dengan tangan kiri di posisi tengah. Misalkan dengan meletakkan krayon atau mainan favoritnya di posisi tengah. Dengan demikian anak akan terdorong untuk mengambilnya dengan tangan kanan. 
  • Memberikan pujian ketika anak mulai terampil menggunakan tangan kanan.

Melatih ketrampilan anak kidal untuk memaksimalkan penggunaan tangan kanan memang memerlukan waktu dan kesabaran. Tetapi jangan khawatir, apabila anak mulai terlatih menggunakan tangan kanannya, maka ia akan mendapat manfaat ketika mulai memasuki usia sekolah.

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Artikel Selanjutnya

Mengatasi Anak Cegukan

Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan