Penyakit
Epilepsi

Epilepsi adalah gangguan sistem saraf yang menyebabkan aktivitas abnormal di otak, dapat mengakibatkan kejang atau bentuk perilaku atau sensasi yang tak biasa, bahkan kehilangan kesadaran. Gangguan ini cukup banyak terjadi, diperkirakan sekitar 65 juta penduduk dunia menderita epilepsi. Lebih sering ditemukan pada anak-anak atau orang lanjut usia. Walaupun tak dapat sembuh, namun dapat dikontrol dengan obat dan terapi lainnya.

Penyebab epilepsi

Banyak yang mengatakan bahwa epilepsi ini diturunkan. Namun sesungguhnya ada juga penyebab lainnya. Beberapa hal yang dianggap sebagai penyebab epilepsi antara lain:

  • Pengaruh genetik. Memang benar bahwa ada sekitar 500 gen yang ditemukan berhubungan dengan gangguan ini. Beberapa tipe epilepsi, yang dikategorikan sesuai jenis kejang maupun daerah di otak yang terganggu, dapat diturunkan dari orang tua.
  • Trauma kepala. Benturan di kepala yang sangat keras sehingga mengganggu kinerja otak yang normal, juga dapat menjadi penyebab epilepsi.
  • Kondisi otak. Tumor otak atau terkena stroke dapat juga menyebabkan epilepsi. Bahkan stroke menjadi penyebab utama terjadinya epilepsi di atas usia 35 tahun.
  • Penyakit akibat infeksi. Contohnya meningitis, AIDS, dan ensefalitis akibat virus.
  • Gangguan saat dalam kandungan. Janin yang terinfeksi dari ibunya, kurang nutrisi saat dalam kandungan, atau kekurangan oksigen, dapat menyebabkan epilepsi atau cerebral palsy kala lahir.
  • Gangguan perkembangan. Epilepsi juga kadang ditemukan pada anak dengan gangguan spektrum autisme atau neurofibromatosis.

Gejala yang dapat muncul

Pada epilepsi, kejang adalah gejala utama yang dapat ditemukan. Kejang muncul kala terjadi aktvitas antar sel yang terjadi secara tiba-tiba di otak. Bentuk kejang pada setiap orang juga berbeda-beda, ada yang ringan, ada juga yang berat.

Gejala kejang berdasarkan lokasi terjadinya gangguan di otak, dan intensitasnya:

1. Focal (partial) seizures

  • Gangguan terjadi di bagian tertentu pada otak. Biasanya kejang bersifat ringan dan penderita tak sampai kehilangan kesadarannya. Gejala yang terlihat antara lain:
  • adanya gangguan pada panca indera, seperti merasakan hal yang aneh di lidah, penglihatan sedikit kabur, pendengaran berkurang, atau saat mencium bau-bauan.
  • pusing seperti berputar-putar.
  • ada sensasi geli atau kejut di anggota tubuh.

2. Generalized seizures

Gangguan terjadi di keseluruhan otak, ada 6 tipe dari kejang jenis ini:

  • Kejang absens: biasa disebut juga sebagai ‘petit mal seizures’, menyebabkan bengong dan kehilangan kewaspadaan sementara, kadang disertai gerakan berulang seperti menggerak-gerakkan bibir atau mengerjap-ngerjapkan mata.
  • Kejang tonik: menyebabkan otot menjadi kaku.
  • Kejang atonik: kehilangan kontrol terhadap otot dan dapat membuat penderita tiba-tiba jatuh.
  • Kejang klonik: terjadi gerakan kejut yang berulang, di wajah, leher, atau tangan.
  • Kejang mioklonik: terjadi kejutan cepat di tangan dan kaki.
  • Kejang tonik-klonik: sering disebut sebagai ‘grand mal seizures’ dengan gejala yang berbahaya seperti tubuh kaku, gemetar hebat, hilang kontrol terhadap fungsi buang air, menggigit lidah, hingga kehilangan kesadaran.

Pemicu epilepsi

Epilepsi dapat diatasi dengan terapi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, namun hendaknya penderita juga menghindari hal-hal yang dapat menjadi pemicu epilepsi, seperti:

  • kurang tidur
  • sakit hingga demam
  • stres
  • cahaya terlalu terang, atau pola-pola yang memusingkan
  • kafein, alkohol, obat-obatan lain selain obat kejang
  • melewati waktu makan, makan terallu banyak, atau mengonsumsi makanan yang salah satu bahannya membuat penderita sensitif.

Bawalah anggota keluarga ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut jika memperlihatkan gejala kejang lebih dari sekali. Karena hal ini dapat menjadi pertanda kemungkinan ada gangguan epilepsi.

Referensi:

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epilepsy/symptoms-causes/syc-20350093#:~:text=Overview,races%2C%20ethnic%20backgrounds%20and%20ages.
  • https://www.healthline.com/health/epilepsy#facts-and-statistics
Tag Penyakit Terkait
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan