Penyakit
Dehidrasi

Dyah Soekasto | 20 Juli 2020

Dehidrasi mungkin bukan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi atau kelainan genetik, melainkan sebuah kondisi kekurangan cairan yang dapat membahayakan. 

Dehidrasi terjadi kala tubuh menggunakan cairan atau kehilangan cairan lebih dari biasanya, sehingga mengganggu fungsi normal organ tubuh. Dehidrasi dapat dialami siapapun, baik anak-anak maupun dewasa.

Penyebab dehidrasi yang paling umum pada anak adalah diare dan muntah yang parah. Lansia umumnya memiliki volume air yang lebih rendah di dalam tubuh. Namun jika sedang mengonsumsi obat atau terdapat penyakit infeksi yang memengaruhi paru atau kandung kemih, hal ini dapat mengakibatkan dehidrasi pada orang lanjut usia.

Anda mungkin dapat memulihkan dehidrasi ringan hingga sedang dengan minum lebih banyak cairan. Namun bila dehidrasi tergolong berat, ini tandanya Anda membutuhkan penanganan medis segera.

Gejala dehidrasi

Haus tidak selalu merupakan sinyal bahwa tubuh membutuhkan air. Banyak orang, terutama usia lanjut, tidak merasa haus sampai mereka mengalami dehidrasi. Itu sebabnya penting untuk meningkatkan asupan air selama cuaca panas atau ketika Anda sakit.

Tanda dan gejala dehidrasi mungkin berbeda berdasarkan usia.

Gejala dehidrasi pada bayi atau anak kecil

  • Mulut dan lidah kering
  • Tidak keluar air mata saat menangis
  • Popok kering selama tiga jam
  • Mata dan pipi cekung
  • Ubun-ubun cekung
  • Lesu dan cenderung cengeng

Gejala dehidrasi pada dewasa

  • Rasa haus yang ekstrem
  • Lebih jarang berkemih 
  • Urin berwarna gelap
  • Mudah dilanda kelelahan
  • Pusing

Hubungi dokter jika:

  • Diare berlangsung selama 24 jam atau lebih
  • Feses berdarah atau hitam

Penyebab dehidrasi

Kadang-kadang dehidrasi terjadi karena alasan sederhana: Anda tidak cukup minum karena sakit atau sibuk. Penyebab lain karena Anda tidak memiliki akses ke sumber air minum yang aman ketika tengah bepergian, hiking atau berkemah.

Penyebab dehidrasi yang lain

  • Diare akut parah, yang muncul tiba-tiba dan hebat dapat menyebabkan kehilangan air dan elektrolit dalam waktu singkat. Apalagi jika dibarengi dengan muntah.
  • Demam. Secara umum, semakin tinggi demam tubuh berisiko mengalami dehidrasi. Terutama jika disertai diare dan muntah.
  • Berkeringat berlebihan. Jika Anda melakukan aktivitas tinggi, berada di cuaca panas, jumlah cairan yang keluar melalui keringat akan bertambah. Anda harus lebih banyak minum untuk mengganti cairan yang hilang.
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil. Penyakit diabetes, obat-obatan diuretikm dan beberapa obat tekanan darah, juga dapat menyebabkan dehidrasi.

Komplikasi akibat dehidrasi dapat menyebabkan komplikasi serius

  • Heat injury 

Gelombang rasa panas yang mengancam jiwa. Bisa terjadi jika kita berada dalam kondisi kepanasan atau berkeringat tanpa dibarengi dengan minum yang cukup. Gejalanya mulai dari kram hingga kelelahan yang berlebihan.

  • Masalah urin dan ginjal

Dehidrasi yang berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan bahkan gagal ginjal.

  • Kejang

Elektrolit penting seperti kalium dan natrium membantu membawa sinyal listrik dari sel ke sel. Jika elektrolit pada tubuh tidak seimbang, dapat menyebabkan kontraksi otot dan kehilangan kesadaran.

  • Syok volume darah rendah (syok hipovolemik)

Ini terjadi ketika volume darah rendah, menyebabkan penurunan tekanan darah dan penurunan jumlah oksigen dalam tubuh Anda. Kondisi ini dapat membahayakan jiwa.

Referensi:

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086
  • https://www.webmd.com/digestive-disorders/qa/what-are-symptoms-of-dehydration
Tag Penyakit Terkait
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan