Penyakit
Xerophthalmia

Penyebab utama dari xerophthalmia adalah kekurangan vitamin A. Defisiensi vitamin A merupakan masalah umum yang terjadi di negara berkembang, dan dapat mempengaruhi kesehatan jutaan ibu dan anak.

Tubuh kita tidak memproduksi vitamin A sendiri, sehingga kita membutuhkan asupan makanan kaya vitamin A untuk memenuhi kebutuhan harian. Vitamin A memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan penglihatan, karena merupakan bagian dari protein di retina mata yang menyerap cahaya. Selain itu, vitamin A juga penting dalam fungsi dan menjaga kesehatan jantung, paru, ginjal, dan organ lainnya.

Sebarapa banyak kebutuhan vitamin A anak dan ibu?

Menurut NIH (National Institutes of Health) di Amerika Serikat, rekomendasi asupan vitamin A harian seseorang tergantung pada usia dan kadang juga jenis kelaminnya. Berikut adalah panduannya untuk anak:

  • Usia 0-6 bulan: 400 mcg (microgram)
  • Usia 7-12 bulan: 500 mcg
  • Usia 1-3 tahun: 300 mcg
  • Usia 4-8 tahun: 400 mcg
  • Usia 9-13 tahun: 600 mcg
  • Usia 14 tahun ke atas: 900 mcg (laki-laki), 700 mcg (perempuan)

Panduan asupan vitamin A untuk ibu usia 19-50 tahun adalah 770 mcg (ibu hamil), 1300 mcg (ibu menyusui).

Rekomendasi ini ditujukan bagi mereka yang sehat dan tidak kekurangan gizi. Jika ditemukan ada masalah kesehatan atau ada indikasi defisiensi vitamin, dokter akan memberikan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi pasien.

Gejala xerophthalmia

Penyakit ini bersifat progresif yang berawal dengan mata kering dan kemudian semakin memburuk sehingga mengganggu penglihatan. Berikut adalah gejala umum yang biasanya muncul pada penderita xerophthalmia:

  • Konjungtiva atau lapisan luar dari bola mata mengering dan mengerut, menyebabkan berbagai masalah pada mata.
  • Rabun ayam atau mengalami kesulitan melihat dalam pencahayaan rendah.
  • Luka pada bagian kornea mata.
  • Muncul bintik-bintik putih pada konjungtiva (Bitot’s spots).
  • Kornea menjadi lebih lunak.

Faktor risiko dari kondisi xerophthalmia

Ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami xeropththalmia, yaitu:

  • Anak-anak. Defisiensi vitamin A umum ditemukan pada bayi dan anak. Kondisi ini dapat mengganggu pertumbuhan anak, mempengaruhi kerja atau fungsi organ, dan memperparah kondisi kesehatan serta infeksi yang terjadi. Anak usia 3-6 tahun memiliki risiko tinggi untuk mengalami rabun ayam akibat xerophthalmia.
  • Kemiskinan. Golongan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan sangat besar risikonya untuk mengalami malnutrisi.
  • Kurangnya edukasi. Mereka yang tidak mendapatkan edukasi mengenai pentingnya vitamin dan mineral, berpeluang untuk mengalami kekurangan mikronutrien.
  • Malnutrisi. Xerophthalmia yang terjadi pada pasien malnutrisi umumnya menjadi parah.
  • Penyakit lainnya. Penyakit seperti pankreatitis dan IBD (inflammatory bowel disease) dapat menyebabkan defisiensi vitamin A.
  • Gangguan hati. Penyakit hati kronis atau sirosis dapat menghalangi penyerapan vitamin A di dalam tubuh.
  • Diare kronis. Mereka yang mengalami diare secara berulang akan meningkatkan risiko terkena xerophthalmia.
  • Mengonsumsi minuman keras. Minum minuman beralkohol dapat mengikis persediaan vitamin A di dalam tubuh.

Pengobatan xerophthalmia

Pengobatan utama pada kondisi xerophthalmia adalah dengan terapi atau pemberian suplemen vitamin A yang dapat diberikan secara injeksi atau melalui mulut. Dokter juga mungkin memberikan obat antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata.

Lebih baik lagi jika penderita dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A sehari-hari. Bahkan hal ini sebaiknya dilakukan sebagai upaya pencegahan. Makanan yang kaya akan vitamin A, antara lain:

  • minyak ikan
  • daging ayam
  • daging merah
  • telur
  • wortel
  • lemon
  • mangga
  • ubi
  • susu dan produk turunannya
  • sayuran hijau.

Referensi:

Tag Penyakit Terkait
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan