Penyakit
Empty Sella Syndrome

Empty Sella Syndrome (ESS) termasuk penyakit langka (rare disease) yang berhubungan dengan bagian tengkorak yang disebut sella tursika. Sella tursika adalah lekukan pada tulang sphenoid yang terletak pada pangkal tengkorak, yang berfungsi mengelilingi dan melindungi kelenjar pituitari.

Apa fungsi kelenjar pituitari?

Kelenjar pituitari (hipofisis) adalah kelenjar kecil seukuran kacang yang terletak di tengah otak, tepatnya di antara belakang mata. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan hormon dan mengontrol pelepasan hormon dari kelenjar lainnya.

Empty Sella Syndrome pada anak

Pada pemeriksaan MRI atau CT scan otak, kelenjar pituitari anak biasanya mengisi dan terlihat di dalam sella tursika. Pada anak yang menderita ESS, kelenjar pituitari tampak menyusut atau bahkan hilang.

Walaupun gejalanya tidak muncul di awal, namun penyakit ESS merupakan penyakit kongenital atau bawaan sejak lahir.

Bagaimana gejala ESS?

  • Sakit kepala kronis
  • Mengalami masalah ereksi (pada anak laki-laki)
  • Menstruasi tidak teratur atau tidak terjadi
  • Kelelahan atau tidak berenergi
  • Kebocoran cairan otak melalui hidung
  • Pertumbuhan lambat
  • Gangguan penglihatan

Bagaimana deteksi ESS?

Penyakit ESS biasanya ditemukan saat seorang anak menjalani tes pencitraan radiologis untuk gangguan hipofisis.

Apa penyebabnya?

Sayangnya hingga saat ini penyakit ESS yang ditemukan pada 25% populasi ini belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Penelitian oleh Nass dkk menunjukkan walaupun penyebab utama belum diketahui, namun diduga faktor pemicunya adalah cedera, terapi radiasi, atau tindakan pembedahan.

Sumber:

Dr. Dian K. Nurputra, Ph.D, M.Sc, Sp.A

Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FK Universitas Gajah Mada

Instagram: @dian_k_nurputra

Tag Penyakit Terkait
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan