KESEHATAN ANAK

Bermain Sambil Mengasah Sensorik Si Kecil

Tahukah ibu, sambil bermain kita bisa mengasah keterampilan sensorik bayi, lho. Pada usia berapa kita bisa mulai bermain sambal mengasah sensorik Si Kecil?

Dyah Soekasto | 7 Juni 2021

Perkembangan sensorik dan motorik bayi (sensorimotor) sudah berlangsung sejak ia lahir hingga menginjak usia 2 tahun. Perkembangan ini ditandai dengan kemampuan bayi menggerakan anggota tubuhnya. Ayah atau ibu dapat melatih perkembangan sensorik melalui aktivitas bermain bersama Si Kecil.

Sesuaikan dengan usia

Pada usia 2-4 bulan bayi sudah dapat melakukan kontak mata dengan Anda. Mereka bahkan mungkin sudah bisa tersenyum, bersuara, atau membuat gerakan. Lakukan kontak dengan buah hati Anda, ajak ia berbicara dan ciptakan suasana gembira.

Sentuhan dan pijatan lembut

Ibu dapat melakukan stimulasi melalui sentuhan saat kontak dengan Si Kecil, misalnya saat menyusui, memandikan, mengenakan baju, dan sebagainya. Sentuhan dan pijatan lembut merupakan stimulasi penting dalam merangsang kemampuan sensorik bayi.

Ayo bermain warna

Keterampilan lain di usia 4 bulan pertama adalah koordinasi gerakan kepala dan mata. Bayi usia ini mulai mengamati benda-benda bergerak di sekitar mereka, dan benda berwarna-warni selalu menarik perhatian mereka. Pilih mainan berbahan kain yang lembut dan berujung tumpul agar aman bila terpegang atau mengenai tubuh mungilnya. Cara bermainnya sederhana, ibu bisa memegang benda berwarna cerah melewati penglihatan Si Kecil, sambil bernyanyi atau bercerita.

Meraih dan menggenggam

Memasuki usia 5 bulan, bayi mulai tertarik meraih benda di sekitarnya. Ayo Ibu ajak Si Kecil bermain. Tempatkan benda-benda dalam jarak pandangnya namun di luar jangkauan anak. Bisa juga menggantung mainan di boks Si Kecil, yang dapat diraih atau ditendangnya. Ini melatih pemahaman mereka tentang ‘hukum’ sebab akibat.

Eksplorasi aneka benda

Di usia 6 bulan, buah hati Anda mulai mempelajari sifat-sifat benda dengan mulut dan tangan. Si Kecil mengeksplorasi berbagai aspek objek baru seperti bentuk, ukuran, dan tekstur. Saatnya Ibu memberikan mainan dengan aneka bentuk, ukuran, dan tekstur. Tapi hati-hati, ia pun tengah gemar memasukkan benda ke dalam mulutnya.

Komunikasi dua arah

Semakin bertambah usia, Anda bisa berkomunikasi dua arah dengan bayi Anda. Perlihatkan padanya buku cerita bergambar dan bacakan cerita yang ada di dalamnya. Ia mulai mengenali suara, dan dari mana sumbernya, memahami kata-kata, dan sebagainya. Di usia memasuki 7-8 bulan, indera penciuman dan pendengarannya makin terasah.

Semakin bertambah usia anak, pola permainan dan stimulasi yang Anda berikan sebaiknya juga semakin kompleks, mengikuti perkembangan kecerdasannya. Jadikan bermain sambil mengasah sensorik Si Kecil sebagai momen yang menyenangkan.

Satu hal yang tak boleh diabaikan, pastikan mainan yang digunakan anak aman, baik dari sisi ukuran maupun bahan. Anda juga harus rutin membersihkannya untuk menghindari anak sakit.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan