Penyakit
Leukemia

Kanker darah atau leukemia lebih sering ditemukan pada anak-anak dan remaja. Hingga saat ini belum diketahui penyebabnya, namun faktor-faktor tertentu diduga meningkatkan risiko leukemia pada anak.

Apa saja gejalanya?

Gejala leukemia berbeda-beda, tergantung jenis leukemia, namun gejala umumnya adalah sebagai berikut:

  • demam disertai menggigil
  • tubuh terasa lelah dan lemah, meskipun cukup istirahat
  • berat badan turun drastis
  • tubuh mudah berdarah atau memar
  • mimisan
  • muncul bintik-bintik merah kecil di kulit
  • keringat berlebihan (terutama di malam hari)
  • rasa nyeri pada tulang
  • pembengkakan kelenjar getah bening, pembesaran hati atau limpa.

Seringkali gejala leukemia tidak jelas dan tidak spesifik, sehingga orang sering mengabaikannya. Mungkin menyerupai gejala flu atau penyakit lainnya. Terkadang leukemia ditemukan saat seseorang menjalani tes darah untuk kondisi lain.

Apa penyebab leukemia?

Para ilmuwan belum memahami penyebab pasti dari leukemia, namun diduga penyebabnya adalah kombinasi faktor genetik dan lingkungan

Leukemia diperkirakan terjadi ketika beberapa sel darah mengalami perubahan (mutasi) pada materi genetik atau DNA. Normalnya, sel DNA memberi ‘instruksi’ pada sel darah untuk tumbuh pada kecepatan tertentu dan mati pada waktu tertentu. Pada leukemia, akibat terjadinya mutasi DNA, sel darah terus tumbuh dan membelah tanpa terkendali.

Jenis leukemia pada anak

Hampir semua kasus leukemia pada anak bersifat akut dan berkembang pesat. Sebagian kecil lagi bersifat kronis dan berkembang perlahan. Berikut jenis leukemia:

  • Leukemia limfoblastik akut (ALL) atau disebut leukemia limfositik akut. Jenis leukimia ini terjadi pada 3 dari setiap 4 kasus leukemia anak. Orang dewasa juga bisa mengalaminya.
  • Leukemia myelogenous akut (AML) adalah jenis leukemia anak kedua setelah ALL. Merupakan leukemia akut yang umum dialami orang dewasa.
  • Leukemia garis keturunan hibrida atau campuran. Ini adalah leukemia langka dengan gambaran ALL dan AML.
  • Leukemia myelogenous kronis (CML), menyerang orang dewasa dan jarang terjadi pada anak-anak.
  • Leukemia limfositik kronis (CLL), sangat jarang terjadi pada anak-anak. Merupakan leukemia kronis dewasa yang paling umum. Anda mungkin merasa sehat selama bertahun-tahun tanpa memerlukan pengobatan.
  • Leukemia myelomonocytic remaja (JMML). Ini adalah jenis langka yang tidak kronis atau akut dan paling sering terjadi pada anak di bawah usia 4 tahun

Faktor risiko

Risiko leukemia pada masa kanak-kanak meningkat jika anak memiliki:

  • Gangguan bawaan seperti sindrom Li-Fraumeni, sindrom Down, atau sindrom Klinefelter.
  • Saudara kandung penderita leukemia, khususnya saudara kembar identik.
  • Riwayat terpapar radiasi tingkat tinggi, kemoterapi, atau bahan kimia seperti benzena (bensin).
  • Riwayat penekanan sistem kekebalan, seperti untuk transplantasi organ.

Faktor-faktor tersebut di atas tidak bersifat pasti. Kebanyakan orang dengan faktor risiko yang diketahui tidak terkena leukemia, dan sebaliknya banyak orang dengan leukemia tidak memiliki faktor risiko ini.

Meski risikonya kecil, dokter menyarankan anak-anak yang memiliki faktor risiko leukemia sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin untuk menemukan masalah sejak dini. Perlu diketahui bahwa kebanyakan kasus leukemia pada anak dan remaja berhasil diobati.

Referensi:

Tag Penyakit Terkait
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan