MITOS & FAKTA

Yang Perlu Ibu Tahu tentang Demam

Demam adalah salah satu gejala infeksi. Apa saja mitos dan fakta yang perlu ibu tahu tentang demam?

Desi Hariana | 14 Desember 2021

Ada banyak mitos tentang demam yang beredar di masyarakat. Anak di bawah 12 tahun sering mengalami demam karena imunitas tubuhnya masih berkembang. Imunitas tubuh anak akan bereaksi secara penuh setiap kali terjadi infeksi. Berikut adalah beberapa mitos dan fakta yang perlu ibu tahu tentang demam.

1. Demam berbahaya untuk anak

Faktanya: Demam justru terjadi untuk melindungi anak dari virus dan bakteri. Saat terjadi infeksi, otak akan memerintahkan hormon agar meningkatkan suhu tubuh dan mengaktifkan sistem imun untuk membunuh virus dan bakteri tersebut.

2. Jika dahi anak diraba dan terasa hangat (sumeng), artinya ia demam

Faktanya: Suhu tubuh manusia akan berubah-ubah sepanjang hari. Gunakan termometer untuk mengukur suhu tubuh anak. Suhu 36-37,7 derajat Celsius masih normal, suhu 37,8-39 derajat Celsius masuk kategori demam ringan, suhu 39-41 derajat Celsius adalah demam tinggi. Umumnya demam jarang melebihi 40 derajat Celsius.

3. Semakin tinggi demam, berarti penyakitnya semakin berat

Faktanya: Berat atau tidaknya penyakit tidak ditentukan oleh demam. Yang lebih penting amati perilaku anak Anda saat demam. Selama ia masih mau makan, minum, bermain, dan riang/ceria, berarti ia masih baik-baik saja. Namun jika anak terlihat lemas, tak mau makan atau minum, muntah, dan terlihat kesakitan, segera bawa anak ke dokter.

4. Mengukur suhu anak melalui anus lebih akurat

Faktanya: Memang benar bahwa suhu di area anus lebih akurat, namun pengukuran suhu melalui anus lebih cocok untuk bayi usia di bawah 6 bulan. Pengukuran suhu dapat dilakukan melalui ketiak (axillary), dan jika anak sudah lebih besar dari 12 tahun, pilihan lainnya bisa melalui bawah lidah (mulut).      

5. Demam tinggi dapat menyebabkan kejang demam

Faktanya: Sebenarnya hanya 4% anak yang mengalami kejang demam (febrile seizures) dan kejang ini tak membahayakan otak anak. Penyebabnya bahkan bukan karena demam tinggi, tapi kenaikan suhu yang terlalu cepat pada tubuh. Jadi kejang demam dapat terjadi sebelum anak diketahui demam.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan