KESEHATAN KELUARGA

Penyebab Aroma Tubuh Menyengat

Sebagian orang memiliki aroma tubuh yang lebih menyengat dibandingkan orang lain. Hal ini dapat berpengaruh pada pergaulan sosial. Namun ada beberapa cara efektif untuk mengatasi penyebab aroma tubuh menyengat ini.

Anissa Aryati | 21 Juli 2021

Kita mungkin ingat betapa harumnya mencium aroma bayi meskipun ia baru bangun di pagi hari dan belum dimandikan. Tapi aroma semacam ini tentunya tak akan bertahan lama seiring dengan bertambahnya usia, terutama jika tidak memerhatikan perawatan tubuh. Sebelum mengatasi masalahnya, yuk cari tahu lebih dulu penyebab aroma tubuh menyengat?

Penyebab keringat beraroma tak sedap

Aroma tak sedap yang muncul dari tubuh terjadi saat kita berkeringat. Ketika tubuh mengeluarkan keringat, terjadi interaksi antara senyawa aroma pada keringat dengan bakteri yang berada di kulit. Senyawa aroma tersebut sering disebut sebagai 2-nonenal yang terbentuk dari bahan kimia akibat tubuh sulit memecah asam lemak tak jenuh Omega-7. Hal ini biasanya terjadi seiring bertambahnya usia.

Para ilmuwan dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, Amerika Serikat, mencatat sekitar sepertiga orang yang melaporkan bau badan kemungkinan besar berhubungan dengan gangguan metabolisme yang disebut TMAU atau Trimetilaminuria. TMAU muncul akibat penyakit genetik dimana gen herediter tertentu menghambat kemampuan tubuh untuk memecah TMA (trimettilamin), yang ditemukan pada makanan berbahan kolin.

Aroma tubuh kurang sedap yang juga dikenal sebagai fish odor syndrome ini memang kadang menyerupai aroma ikan, kadang juga apak, dan tingkat paling buruk tercium menyerupai aroma sampah. Mereka yang memiliki aroma tubuh menyengat kadang menyadari orang lain terganggu dengan aroma tersebut, kadang juga tidak. Namun yang pasti, hal ini dapat mengganggu pergaulan sosial secara umum.

Perawatan tubuh yang diperlukan

Bagi yang menyadari bahwa dirinya menebarkan aroma menyengat, tentunya jadi merasa kurang nyaman saat cuaca lembab dan harus berhadapan dengan orang lain dalam jarak dekat. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi aroma tak sedap tersebut:

  • Saat sedang berada di rumah, kita bisa lebih sering mandi dan berganti pakaian, agar tak terjadi penumpukan keringat dan bakteri pada kulit dan pakaian.
  • Jika hendak ke luar rumah atau saat harus bertemu orang lain, gunakan deodoran baik roll on maupun spray pada ketiak, bisa juga memakai bedak penyerap keringat pada tubuh.
  • Pilihlah pakaian yang nyaman (tidak terlalu ketat) sehingga sirkulasi udara di permukaan kulit lebih baik dan tubuh tak mudah berkeringat.
  • Hindari menggunakan pakaian dari bahan yang tidak menyerap keringat, karena hal ini malah akan memperparah kondisi munculnya aroma tak sedap dari tubuh.

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh George Preti, Ph.D, seorang ahli kimia organik di Monell, kabar baik bagi seseorang yang terdiagnosis memiliki aroma tubuh menyengat, mereka dapat melakukan perubahan pola makan untuk mengatasinya. Terutama dengan mengurangi konsumsi makanan berkadar kolin tinggi, seperti telur, ikan laut, gandum, maupun organ hewani seperti otak, atau hati. Dalam beberapa kasus, dapat dilakukan terapi antibiotik sesuai dosis untuk mengatasi penyebab aroma tubuh menyengat ini.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan