KESEHATAN KELUARGA

Olahraga untuk Kesehatan Jantung

Selama masa pandemi COVID-19 pola hidup kita banyak berubah. Bukan hanya orang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Namun demikian, kita tak boleh lupa untuk tetap rajin melakukan olahraga untuk kesehatan jantung.

Desi Hariana | 8 Juni 2021

Jika sudah terbiasa berolahraga secara teratur, berarti Anda sudah memiliki ‘asuransi’ kesehatan di masa tua nanti. Namun kondisi pandemi membuat kita lebih banyak beraktivitas di rumah, terjebak dalam gaya hidup sedentary alias ‘mager’ (malas gerak).

Mengapa kita perlu melakukan olahraga untuk kesehatan jantung? Karena jantung kita yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh terdiri dari otot yang juga perlu dilatih agar dapat berfungsi dengan baik.

Lelah berlatih justru baik untuk kerja jantung

Olahraga dapat menghindarkan kita dari berbagai gangguan kesehatan yang dapat mengurangi kualitas hidup kita. Beberapa keuntungan yang bisa kita dapat dari olahraga, antara lain:

  • membakar kalori berlebih di dalam tubuh
  • menurunkan tekanan darah
  • mengurangi kadar LDL atau kolesterol jahat
  • meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik
  • menstabilkan metabolisme dan kadar gula darah
  • dan masih banyak lagi.

Memulai berolahraga memang tidak mudah dilakukan, terutama bagi mereka yang selama ini memang tak ‘senang’ melakukannya. Ada banyak alasan mengapa orang enggan melakukan olahraga, salah satunya adalah karena takut merasa lelah. Padahal rasa lelah akibat olahraga menunjukkan bahwa jantung dan otot-otot kita pun sedang dilatih untuk tetap berfungsi dengan baik.

Olahraga untuk kesehatan jantung

Ada beberapa jenis olahraga untuk kesehatan jantung yang bisa Anda lakukan, seperti:

1. Latihan aerobik atau kardio

Olahraga seperti berlari, bersepeda adalah salah satu contohnya. Detak jantung akan cepat meningkat dan napas menjadi berat, namun seharusnya tak membuat Anda jadi sulit berbicara saat melakukannya. Jika Anda memiliki masalah persendian, melakukan olahraga renang atau berjalan merupakan alternatif terbaik.

2. Peregangan

Walaupun mungkin tidak meningkatkan detak jantung hingga ke zona latihan, namun olahraga peregangan dapat membuat otot lebih fleksibel dan memudahkan jika nantinya akan melakukan olahraga yang lebih intensif. Lakukan beberapa kali dalam seminggu, bisa juga dilakukan sebagai bagian dari pemanasan dan pendinginan saat berolahraga aerobik.

3. Olahraga untuk melatih kekuatan

Bagi Anda yang sudah mulai terbiasa berolahraga secara intensif, bisa juga melakukan olahraga untuk melatih kekuatan. Yang termasuk ke dalam olahraga ini adalah latihan beban, atau menggunakan badan sebagai beban (yoga). Sebaiknya tidak dilakukan setiap hari, beri tubuh waktu istirahat sehari sebelum melakukan sesi selanjutnya.

Sesuaikan dengan kemampuan Anda

Jika Anda tidak memiliki gangguan jantung sebelumnya, Anda dapat memulai olahraga untuk kesehatan jantung ini secara bertahap dari yang ringan hingga berat. Namun jika Anda sudah lama tidak berolahraga, atau punya indikasi penyakit seperti tekanan darah tinggi dan gangguan jantung, konsultasikan dahulu dengan dokter Anda sebelum memulainya.

Tahapan olahraga dari yang ringan hingga berat dapat dilihat dari tanda-tanda berikut ini:

  • Ringan: tidak terasa melelahkan, bernapas dengan santai, Anda bisa melakukannya sambil bernyanyi.
  • Sedang: butuh usaha lebih, napas mulai terengah, namun Anda masih bisa berbicara dalam kalimat lengkap.
  • Cukup berat: gerakan lebih membutuhkan usaha, napas semakin berat, Anda masih dapat berbicara tapi perlu menarik napas di tengah kalimat.
  • Berat: gerakan semakin sulit, terengah-engah, hanya dapat berbicara kata per kata.

Perhatikan tanda-tanda yang diberikan tubuh

Segera hentikan olahraga yang Anda lakukan jika mulai merasakan ada tekanan di dada sebelah kiri, sakit di bagian atas tubuh, keluar keringat dingin, sulit bernapas, irama detak jantung tidak teratur, pusing seperti akan pingsan, atau sangat kelelahan. Beristirahatlah terlebih dahulu, lalu pergi ke dokter untuk memeriksakan diri.

Jika hal ini terjadi, bukan berarti Anda tak boleh melakukan olahraga untuk kesehatan jantung. Bisa jadi pilihan olahraganya yang kurang tepat untuk kondisi Anda. Selalu dengarkan ‘alarm’ tubuh Anda sendiri saat berolahraga.

Referensi:

Tag Terkait
olahraga
Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan