KESEHATAN ANAK

Merawat Anak yang Patah Tulang

Perlu kehati-hatian ketika kita merawat anak yang mengalami patah tulang di rumah. Agar proses pemulihan berjalan dengan baik, ikutilah instruksi dari dokter, termasuk kapan anak dapat kembali melakukan aktivitasnya kembali.

Anissa Aryati | 18 September 2021

Waspadalah ketika anak terjatuh cukup keras dan kemudian menangis kencang sambil memegangi kaki atau tangannya. Jika rasa sakitnya tak hilang walaupun sudah dikompres atau anak berhenti menangis, kemungkinan terjadi retak atau patah tulang cukup besar. Bawalah anak ke dokter untuk pemeriksaan secara menyeluruh, dan dokter akan memutuskan apakah anak perlu dioperasi pemasangan pen (alat yang dipasangkan langsung di tulang), atau cukup digips saja.

Dalam kondisi patah tulang ringan, kemungkinan anak dapat menjalani rawat jalan. Namun ibu juga dapat mengalami kebingungan saat harus merawat anak yang patah tulang di rumah. Apalagi jika anak jadi sensitif pada sentuhan.

Patah tulang pada anak

Anak yang terjatuh dan mengalami patah tulang kala sedang aktif bermain merupakan hal yang banyak terjadi. Kejadian ini dialami sekitar 12-30% anak-anak setiap tahunnya. Usia yang rentan mengalami patah tulang adalah anak usia 10-14 tahun dengan kasus lebih banyak dialami anak-anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Hal ini karena umumnya anak laki-laki lebih aktif secara fisik dibandingkan anak perempuan.

Latar belakang terjadinya kasus patah tulang pada anak bisa sangat beragam. Umumnya terjadi kala anak sedang berolahraga atau bermain, misalnya bersepeda, bermain skuter, papan beroda, sepatu roda, atau menaiki permainan yang membuat mereka terjatuh ataupun terpental (ayunan atau jungkat jungkit contohnya).

Kasus patah tulang yang khusus terjadi pada anak dengan masalah gizi, kurangnya asupan vitamin D, atau fraktur traumatis akibat faktor genetik.

Jenis patah tulang pada anak

Patah tulang pada anak dapat terjadi pada sebagian atau seluruh tulang. Tanda yang ditunjukkan ketika anak mengalami patah tulang adalah terdapat memar pada bagian yang dikeluhkan. Saat bagian tersebut dipegang akan terasa sakit dan ada perubahan bentuk pada bagian yang mengalami patah tulang seperti bengkok atau menonjol.

Patah tulang yang paling umum dan sering ditemui pada anak adalah:

  • Fraktur greenstick: tulang anak menekuk atau melengkung tanpa benar-benar patah.
  • Fraktur lempeng pertumbuhan: patah tulang pada bagian tulang yang sedang bertumbuh
  • Fraktur terbuka: patah tulang yang disertai luka terbuka yang memungkinkan terjadinya infeksi.

Untuk mendiagnosis kondisi patah tulang anak, dokter akan meminta pemeriksaan rontgen. Perawatan sangat bergantung pada jenis patah tulang yang dialami anak. Dokter akan menjaga agar tulang tidak bergerak dan berada di posisi semestinya dengan memasangkan gips, penyangga, maupun bebat. Pada kondisi patah tulang berat, anak kemungkinan perlu dirawat inap.

Untuk anak yang mengalami patah tulang ringan, dilakukan rawat jalan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua saat merawat anak yang patah tulang di rumah.

  • Rawat bagian patah tulang anak sesuai instruksi yang diberikan dokter atau petugas medis.
  • Lakukan pemeriksaan (kontrol) secara rutin sesuai dengan yang dijadwalkan.
  • Untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak, angkat bagian yang dirawat dan sandarkan di atas bantal.
  • Bila anak mengalami patah tulang lengan, bantu mereka untuk memasang selempang. Jika patah tulang di kaki, ajarkan ia menggunakan kruk, banyak beristirahat di hari-hari pertama dengan meletakkan kaki yang sakit dengan posisi lebih tinggi atau sejajar dengan badan.
  • Berikan obat yang diberikan dokter secara rutin, termasuk kalsium dan vitamin D bila diperlukan, untuk mempercepat proses penyembuhan.

Proses penyembuhan patah tulang pada anak membutuhkan waktu hingga beberapa minggu, bahkan beberapa bulan, bergantung berat-ringan jenis patah tulang yang dialami. Ketika anak ingin beraktivitas normal dan berolahraga kembali, orangtua perlu memastikan dengan dokter bahwa kondisi anak telah benar-benar pulih dan hasil rontgen menunjukkan bahwa tulang sudah kembali menyatu.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan