KESEHATAN ANAK

Mencegah Mata Minus pada Anak

Mata minus atau miopia pada anak perlu menjadi perhatian orangtua. Kondisi ini tak dapat dibalikkan prosesnya, hanya dapat ditahan percepatannya agar kondisi mata anak tak memburuk di usia dewasa.

Desi Hariana | 15 Oktober 2021

Memperingati Hari Penglihatan Sedunia tanggal 14 Oktober, mari kita lebih mencermati kesehatan mata anak. Mata miopia (rabun jauh) adalah kondisi yang cukup umum. Satu dari dua orang di seluruh dunia mengalaminya. Miopia terjadi kala bola mata lebih panjang dari depan ke belakang, atau kornea terlalu berkelok, akibatnya benda-benda yang berada dalam jarak jauh terlihat buram.

Ketika mata anak mengalami miopia, prosesnya tak dapat dibalik, kita hanya bisa menahan percepatannya. Anak dengan mata myopia berisiko terkena masalah mata serius di kemudiam hari, seperti katarak, glaukoma, atau lepasnya retina. Kondisi mata miopia bisa dikoreksi dengan menggunakan kacamata, lensa kontak, atau bahkan bisa juga melalui pembedahan.

Gejala miopia

Orangtua perlu memahami gejala miopia pada anak agar dapat mengatasinya dengan lebih cepat. Beberapa gejala tersebut antara lain:

  • Anak mengeluh pandangannya buram (atau tak dapat membaca papan pengumuman dalam jarak sedang).
  • Memicingkan mata saat melihat benda yang agak jauh.
  • Sering menggosok-gosok mata.
  • Anak sering mengeluh sakit kepala.

Segera bawa anak ke dokter mata untuk memastikan kondisi mata anak. Jika anak ternyata miopia, dokter akan meresepkan penggunaan kacamata.

Mencegah mata minus anak semakin buruk

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar mata minus anak tidak semakin buruk, yaitu:

1. Lebih banyak waktu di luar rumah

Ajak anak untuk beraktivitas di luar ruang, untuk mengurangi waktu screen time anak di depan gawainya. Dengan bermain di luar rumah, Anda membantu melindungi kesehatan mata anak hingga ia dewasa kelak.

2. Menggunakan tetes mata atropin dosis rendah

Tetes masa yang diresepkan dokter ini membantu pupil untuk terbuka lebih lebar dan mengurangi percepatan kondisi miopia pada anak usia antara 5-18 tahun. Pemberian tetes mata ini selama 2-3 tahun dapat membantu menahan percepatan myopia pada anak.

3. Lensa kontak khusus

Pada beberapa anak, menggunakan lensa kontak multifocal dapat membantu mengurangi percepatan miopia. Lensa kontak lainnya yang dipergunakan untuk membantu menahan proses miopia adalah orthokeratology atau Ortho-K. Lensa kontak ini biasanya dipergunakan di malam hari saat malam hari di kala tidur. Sayangnya, efek sampingnya dapat menyebabkan iritasi dan infeksi mata.

Cegah mata minus pada anak

Kondisi mata miopia juga dapat disebabkan oleh faktor genetik, sehingga pada beberapa anak kondisi mata minus ini sulit dihindari. Namun orangtua tetap dapat melakukan beberapa cara untuk mencegah mata minus pada anak seperti:

  • Membatasi screen time pada anak. Lebih banyak melakukan kegiatan di luar ruang dengan tetap menjaga prokes.
  • Memberi anak makanan yang baik untuk mata seperti sayuran oranye yang kaya vitamin A.
  • Mengajarkan anak hal-hal yang dapat menjaga fungsi mata, misalnya berapa jarak baca yang benar, tidak membaca sambil tiduran atau di tempat gelap, dan lain sebagainya.

Semakin dini orangtua membantu mencegah mata minus pada anak, hasilnya akan semakin baik. Kemungkinan anak mengenakan kacamata (atau mengenakan kacamata dengan minus tinggi) juga semakin rendah.

Referensi:

Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan