ANAKKU SPESIAL

Harapan Sembuh bagi Anak Autistik

Harapan sembuh bagi anak autistik adalah lebih pada perbaikan atas kekurangan yang ada dan anak bisa berkomunikasi.

Anissa Aryati | 13 Oktober 2020

Ketika seorang anak didiagnosis autisme tak semua orang tua adalah anak bisa dengan mudah menerimanya. Pastinya hal yang pertama terpikir di benak orangtua adalah bagaimana proses pembelajaran anak dan bagaimana masa depan mereka. Harapan orang tua adalah anak sembuh dan beraktivitas layaknya anak normal lainnya, tanpa perlu bergantung pada orang-orang di sekitarnya.

Kesembuhan pada perbaikan kemampuan

Autisme atau biasa disebut sebagai ASD (Autism Spectrum Disorder) adalah gangguan dalam hal berinteraksi dan komunikasi sosial. Gangguan lain yang sering ditemui pada anak dengan autisme adalah masalah perilaku yang diulang-ulang (repetitif) dan stereotype. Gejala autisme yang bisa dilihat pada anak salah satunya melalui beberapa kebiasaan bermain, misalnya anak suka membalikkan mobil-mobilannya, memutar-mutar rodanya sambil mengamatinya dalam waktu yang cukup lama. Pada kasus berbeda anak juga suka menyusun mainan memanjang berderet. Aktivitas ini nyaris dilakukan setiap hari secara rutin.

Mulai dari gejala yang ringan hingga parah, autisme memang bisa terbaca melalui sikap dan atensi anak saat beraktivitas yang tergolong tak biasa. Dalam hal ini pengobatan maupun terapi akan berguna untuk mengurangi gangguan spektrum autisme. Pengobatan baru akan diberikan apabila sikap anak sudah benar-benar mengganggu orang-orang sekitarnya. Pengobatan hanya diperuntukkan anak berusia 6 tahun ke atas.

Terapi dan intervensi bertujuan untuk membantu memaksimalkan kemampuan anak dari gangguan spektrum autisme yang maladaptif. Intervensi bisa dilakukan selama bertahun-tahun karena autisme bisa terdeteksi dari sejak anak berusia 2 tahun. Intervensi berguna untuk mendukung perkembangan dan pembelajaran anak dalam hal keterampilan sosial, komunikasi, fungsional dan perilaku.

Apabila dari pembelajaran yang dilaporkan setiap 4 bulan sekali didapat kemajuan, maka hasilnya akan semakin baik pula buat anak. Demikian ketika anak bersikap tak mengganggu orang-orang di sekelilingnya maka obat tak lagi diperlukan dan anak sudah bisa dan siap berada di lingkungan sosial.

Pada dasarnya harapan sembuh bagi anak autistik adalah apabila gejala autisme sudah tidak begitu terlihat dan sisi kekurangannya sudah mulai bisa diperbaiki. Takaran kesembuhan anak dengan autisme adalah apabila sudah bisa berbicara dan bersekolah. Dalam suatu penelitian ditemukan bahwa gejala dan perilaku autisme tidak lagi terlalu parah ketika anak mulai memasuki usia remaja maupun dewasa.

Tak semua mengalami perbaikan

Harapan sembuh bagi anak autistik dengan keterbelakangan mental berbeda halnya dengan anak autistik tanpa keterbelakangan mental. Dalam hal ini anak autistik dengan keterlambatan mental saat beranjak remaja atau dewasa tidak mengalami banyak perubahan. Suatu studi dilakukan oleh tim peneliti dari University of Wisconsin selama beberapa tahun pada remaja dan dewasa autis berusia 10-52 tahun. Hasilnya, hanya kelompok autisme yang tidak mengalami keterlambatan mental dan kompetensi bahasa baik yang paling mungkin mengalami perkembangan dan perbaikan.

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/autism-spectrum-disorder/diagnosis-treatment/drc-20352934

https://www.webmd.com/brain/autism/news/20070927/autism-improves-in-adulthood

IG Live Q & A seputar Autisme dan Kormodibitas 8 Oktober 2020 bersama Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K).

Tag Terkait
autism(e) autistik
Polling
Perlukah anak di imunisasi?
Silahkan Login untuk isi Polling LIHAT HASIL
Komentar
Silahkan Login untuk komentar
Punya pertanyaan seputar Ibu dan anak? Kamu bisa bertanya pada ahlinya di sini

Kirim Pertanyaan